MELIHAT INDONESIA, KEDIRI – Calon bupati Kediri nomor urut 02, Hanindhito Himawan Pramana menyampaikan pihaknya bakal mendirikan rumah sakit di wilayah barat Sungai Brantas.
Rencana itu, menurut Mas Dhito sapaan akrabnya karena wilayah ini telah berdiri bandara yang harus di dukung fasilitas kesehatan rumah sakit.
Disisi lain warga yang berada di wilayah barat sungai kejauhan untuk menjangkau rumah sakit yang rata-rata berada di timur Sungai Brantas.
“Untuk daerah barat sungai 5 tahun ke depan insyaalloh ada rumah sakit yang kita dirikan,” kata Mas Dhito saat melakukan kampanye di Desa Jati, Kecamatan Tarokan, Selasa (15/10/2024).
Diungkapkan Mas Dhito, pihaknya dalam merumuskan program sangat memperhatikan kebutuhan dari masyarakat. Untuk pembangunan rumah sakit itu, ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan salah salah satunya bekerjasama dengan swasta.
Selain rencana pembangunan rumah sakit itu, Mas Dhito di periode pertamanya juga tengah melakukan pembangunan gedung baru Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK) untuk dinaikkan kelas menjadi Tipe A.
Rancana menaikkan kelas RSKK menjadi tipe A itu karena keprihatinannya saat ini dimana warga yang membutuhkan rujukan harus ke luar daerah.
“Saya berharap warga kita kalau butuh dirujuk bisa ke RSUD Pelem Pare (RSKK), ” ungkapnya.
Sementara itu, rencana Mas Dhito membangun rumah sakit di Barat Sungai Brantas itu pun mendapat dukungan warga seperti disampaikan Suci warga Desa Tarokan.
Disebutkan Suci, bagi warga di desanya terutama yang tinggal di pegunungan untuk menuju ke rumah sakit saat ini terlalu jauh. Bahkan, bagi orang tua yang sakit dan harus dibawa ke rumah sakit ada yang sampai meninggal di perjalanan.
Kondisi itu, selain karena jarak rumah sakit yang jauh juga dipengaruhi kebiasaan masyarakat di daerah pegunungan yang baru mau membawa ke rumah sakit ketika dirasa sudah cukup parah.
“Harapannya (dengan dibangun rumah sakit di Barat Sungai Brantas) yang sakit bisa mendapatkan pertolongan lebih cepat,” ucapnya. (*)