MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Gigi susu yang bertahan hingga usia dewasa, meski tidak umum, dapat menimbulkan berbagai persoalan. Umumnya, gigi susu akan tanggal dan digantikan oleh gigi permanen pada usia sekitar 6 atau 7 tahun. Namun, ada beberapa kasus di mana gigi susu tetap bertahan hingga dewasa, suatu kondisi yang dikenal sebagai persistensi gigi sulung.
Mengapa Gigi Susu Bisa Bertahan Hingga Dewasa?
Salah satu penyebab utama persistensi gigi sulung adalah ketiadaan gigi permanen pengganti, yang secara medis disebut hipodonsia. Ini adalah kelainan genetik yang membuat gigi permanen tidak terbentuk. Selain itu, beberapa faktor lain juga dapat menyebabkan gigi susu bertahan:
Ankilosis: Akar gigi susu menempel pada tulang rahang sehingga sulit tanggal.
Hiperodonsia: Jumlah gigi susu yang berlebih sehingga mengganggu tumbuhnya gigi permanen.
Impaksi Gigi: Gigi permanen tidak mampu menembus gusi untuk menggantikan gigi susu.
Gangguan Hormonal: Kondisi seperti hipotiroidisme yang memperlambat pertumbuhan gigi.
Trauma atau Infeksi: Cedera pada mulut atau infeksi yang menghambat proses pergantian gigi.
Dampak Membiarkan Gigi Susu yang Tidak Tanggal
Gigi susu yang bertahan terlalu lama dapat memengaruhi kesehatan mulut secara keseluruhan. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi meliputi:
Infraoklusi: Gigi permanen tumbuh di sekitar gigi susu yang bertahan, menyebabkan perbedaan tinggi dan struktur gigi yang tidak rata.
Trauma Oklusi: Ketidakseimbangan tekanan antara gigi susu dan permanen dapat merusak jaringan pendukung gigi.
Diastema: Jarak antar gigi yang lebar akibat ukuran gigi susu yang lebih kecil dibanding gigi permanen.
Risiko Kesehatan Mulut: Gigi berlubang, infeksi gusi, dan pengeroposan tulang rahang lebih mungkin terjadi jika persistensi gigi sulung tidak ditangani.
Cara Menangani Gigi Susu yang Bertahan Hingga Dewasa
Penanganan gigi susu yang tidak tanggal memerlukan diagnosis yang tepat oleh dokter gigi. Setelah melakukan pemeriksaan, dokter akan menentukan metode yang sesuai, seperti:
Pemasangan Crown Gigi:
Digunakan untuk melindungi dan memperbaiki tampilan gigi susu, terutama jika kondisinya masih sehat. Prosedur ini dilakukan bila tidak ada gigi permanen pengganti.
Pencabutan Gigi Susu:
Jika gigi susu sudah rusak atau menyebabkan masalah seperti tumpang tindih, prosedur pencabutan mungkin diperlukan.
Pemasangan Kawat Gigi:
Untuk merapikan susunan gigi setelah pencabutan gigi susu atau untuk mengatasi masalah estetika akibat persistensi gigi sulung.
Implan Gigi:
Prosedur ini dilakukan untuk mengganti gigi susu yang dicabut. Implan berfungsi sebagai akar buatan dan dapat dipasangkan mahkota gigi di atasnya.
Langkah Pencegahan dan Pentingnya Penanganan Dini
Jika Anda masih memiliki gigi susu di usia dewasa, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter gigi. Penanganan yang cepat dapat mencegah komplikasi lebih lanjut, seperti masalah struktur gigi, infeksi, atau bahkan gangguan fungsi mulut. Dengan perawatan yang tepat, kondisi ini dapat diatasi, sehingga kesehatan gigi dan mulut tetap terjaga. (**)