Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana berharap 57 kepala desa yang dilantik dan diambil sumpahnya dapat bekerja dengan amanah dan dapat mengembalikan tingkat kepercayaan masyarakat.
Mas Dhito mengaku ketika diamanahi menjadi bupati Kediri dirinya memiliki prinsip tidak mau mengambil uang rakyat. Prinsip itu diharapkan dapat dijalankan pula oleh kepala desa.
“Saya percaya bapak ibu semua akan mengemban tugas sebaik-baiknya, tapi kalau sampai ada kades yang harus terlibat dalam tindak pidana korupsi saya tidak bisa bantu dan tidak akan pernah saya bantu,” tegas Mas Dhito usai melantik 57 kepala desa di Pendopo Panjalu Jayati, Jumat (3/3/2023).
Bupati muda itu menekankan kepala desa yang baru saja dilantik harus dapat bekerja dengan amanah. Untuk mendapatkan tingkat kepercayaan masyarakat, kepala desa diharapkan dapat meningkatkan pelayanan yang ada di desa masing-masing.
Disampaikan, ketika kepala desa dapat bekerja dengan hati dalam melayani masyarakat, ketika pada periode berikutnya kepala desa itu kembali mencalonkan, masyarakat dengan sukarela pasti akan memilih.
“Kalau jenengan mau untuk memperbaiki baik itu pelayanan, baik itu keramahan baik itu etos kerja, disiplin, saya yakin masyarakat akan mencintai jenengan semuanya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Ngancar Mochammad Aminudin yang baru saja dilantik menyampaikan, sebagaimana pesan bupati pihaknya berkomitmen untuk bekerja dengan amanah dan berharap dapat memajukan desanya.
“Kita akan memperkuat program-program ke depan terutama untuk membangun masyarakat miskin,” ucap kepala desa yang baru kali pertama menjabat tersebut.
Sebagaimana diketahui, 57 kepala desa yang baru saja dilantik tersebut merupakan hasil pelaksanaan pilkades serentak yang diadakan pada 7 Desember 2022 yang tersebar di 13 Kecamatan.
Mereka merupakan kades terpilih dari total 155 calon. Dari 57 kepala desa yang dilantik dan diambil sumpahnya, 31 kepala desa merupakan sosok baru, sedang 26 merupakan incumbent.