Senin, Juli 27, 2026

Tragedi Tubing di Sungai Kendal: 5 Mahasiswa UIN Walisongo Tewas, 1 Masih Hilang

Tragedi maut menimpa enam mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang hanyut saat kegiatan tubing di Sungai Singorojo, Kendal, Jawa Tengah, Selasa (4/11/2025). Hingga Rabu (5/11), lima mahasiswa ditemukan meninggal dunia, sementara satu korban lain atas nama Nabila Yulian Desi masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Korban terbaru yang ditemukan adalah Muhammad Jibril Assyarifa asal Gresik. Jenazahnya ditemukan sekitar pukul 09.30 WIB di pinggiran sungai Dusun Karet Bulu, tak jauh dari lokasi kejadian.

“Pagi ini tim SAR gabungan kembali menemukan satu jenazah setelah jenazah Bima ditemukan,” kata Kepala BPBD Kendal, Ali Sutaryo.

Evakuasi berlangsung sulit karena medan terjal dan licin. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Jibril langsung dibawa ke RSUD Suwondo Kendal, tempat keluarga telah menunggu.

“Setelah dievakuasi nanti jenazah Muhammad Jibril akan dibawa langsung ke RSUD Suwondo. Nantinya jenazah akan dibawa pulang ke kampung halamannya,” jelas Sutaryo.

Suasana haru menyelimuti RSUD Suwondo saat dua jenazah terakhir, Muhammad Jibril Assyarifa dan Bima Pranawira, tiba untuk disucikan sebelum dipulangkan ke Jepara dan Gresik. Tangis pecah dari keluarga korban, terutama ibunda Jibril, Zubaidah, yang tak kuasa menahan duka.

“Jibril itu kesayangan ibunya dan hampir tiap hari selalu komunikasi lewat handphone. Tapi sejak KKN agak jarang berkomunikasi karena sibuk menjadi koordinator KKN,” ujar Roni, paman korban.

Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar, menyampaikan bahwa operasi pencarian berhasil menemukan dua jenazah terakhir dan telah diserahkan kepada keluarga.

“Kami dari Polres juga menyediakan konselor untuk keluarga korban. Semoga keluarga korban tabah dan korban terakhir cepat ditemukan,” katanya.

Sementara itu, pihak kampus UIN Walisongo menghentikan sementara kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Getas, lokasi kejadian. “Untuk yang posko khusus di peristiwa di Getas itu kita pending dulu. Kemudian akan didampingi oleh psikolog,” kata Akhmad Fauzin, Kepala Biro AUPK UIN Walisongo.

Ia memastikan seluruh mahasiswa peserta KKN telah terdaftar dalam program asuransi jiwa. “Yang meninggal akan mendapatkan haknya sebagai ahli waris. Peserta KKN memang semuanya sudah diasuransikan,” ujarnya.

UIN Walisongo juga menggelar salat ghaib dan doa bersama di seluruh kampus sebagai bentuk duka cita dan doa agar korban terakhir segera ditemukan.

“Kami mengimbau seluruh mahasiswa dan dosen melaksanakan salat ghaib, baik berjamaah maupun secara individu,” tambah Akhmad.

Pihak kampus berterima kasih atas perhatian Pemkab Kendal dan Kementerian Agama yang turut membantu proses evakuasi dan pemulasaraan jenazah. Sementara itu, pencarian terhadap satu korban tersisa masih terus dilakukan dengan penyisiran manual dan perahu karet di sepanjang aliran sungai.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.