MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono mengusulkan agar progam Kartu Tani di Jateng dihapus saja demi mempermudah distribusi pupuk.
Usulan disampaikan Sudaryono kepada ke Menko Bidang Pangan dalam Rapat Koordinasi Terbatas Bidang Pangan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kantor Gubernur Jawa Tengah di Semarang, Senin (31/12/2024).
Menurutnya, masalah penyaluran pupuk cukup gaduh di Jateng. “aya kira perlu satu keputusan di mana tahun 2025 ini kartu tani untuk tidak diberlakukan lagi,” ucap Sudaryono.
Menurutnya, penyaluran pupuk di Jateng selayaknya tidak perlu lagi menggunakan Kartu Tani sebagaimana diberlakukan oleh banyak daerah lain.
Dia meminta syarat pengambilan pupuk dipermudah, cukup dengan KTP.
“Kartu Tani sebaiknya tidak diberlakukan, cukup dengan menggunakan KTP sebagaimana cita-cita dan keinginan Pak Presiden untuk penyederhanaan dari tata kelola pupuk,” imbuhnya.
Dia memaparkan, penebusan pupuk oleh petani di Jawa Tengah tahun 2024 hanya mencapai 72 persen. Kementerian Pertanian pun menargetkan agar tahun 2025 bisa mendekati 100 persen.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan tidak langsung memberi tanggapan atas usulan yang diutarakan Sudaryono.
Selepas rapat, Zulhas menegaskan, mengakui regulasi distribusi pupuk bersubsidi yang diterapkan selama ini terlalu ribet.
Namun, kini dia memastikan penyederhanaan distribusi pupuk ke petani sudah mulai berjalan. “Pupuk sudah kita pangkas aturan yang mengular ini tidak lagi,” tegasnya. (*)