Sabtu, Mei 9, 2026

Waspada Dampak Negatif Pola Asuh Otoriter pada Anak

MELIHAT INDONESIA – Parenting atau pola asuh orangtua memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan perkembangan anak.

Namun, tidak semua pola asuh memberikan dampak positif. Salah satu yang sering menimbulkan perdebatan adalah parenting otoriter.

Pola asuh ini cenderung keras dan menuntut ketaatan mutlak dari anak, yang sayangnya, bisa membawa pengaruh buruk dalam jangka panjang.

Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga Roslina Verauli, menyatakan tugas orangtua adalah memfasilitas, bukan menilai dan menentukan arah cita-cita anak.

Gaya pengasuhan otoriter biasanya kurang terbuka saat berdiskusi atau mendengarkan sudut pandang buah hati mereka.

Mereka cenderung mengharapkan anak-anak untuk mengikuti perintah tanpa perlawanan, memiliki aturan ketat yang harus dipatuhi, dan sangat menuntut anak-anak.

Hal ini menyebabkan anak kehilangan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan independen, yang pada akhirnya bisa berdampak pada kesehatan mental dan hubungan sosial mereka di masa dewasa.

Parenting otoriter sering dianggap sebagai cara efektif untuk mendisiplinkan anak. Alih-alih belajar dari kesalahan, anak lebih memilih untuk menghindari masalah demi menghindari hukuman.

Namun, di balik aturan yang ketat dan ketaatan yang dipaksakan, pola asuh ini justru membawa dampak negatif yang bisa dirasakan anak hingga dewasa.

Pola asuh otoriter dapat berdampak negatif pada perkembangan anak, di antaranya:

  • Perasaan takut dan cemas
    Anak yang diasuh dengan pola asuh otoriter sering merasa takut, cemas, dan minder.
  • Sulit mengambil keputusan
    Anak yang diasuh dengan pola asuh otoriter sering kesulitan mengambil keputusan sendiri.
  • Rendahnya rasa percaya diri
    Anak yang diasuh dengan pola asuh otoriter sering memiliki rasa percaya diri yang rendah.
  • Masalah emosional dan perilaku
    Anak yang diasuh dengan pola asuh otoriter sering memiliki masalah emosional dan perilaku.
  • Keterampilan sosial yang buruk
    Anak yang diasuh dengan pola asuh otoriter sering memiliki keterampilan sosial yang buruk.
  • Depresi dan kecemasan
    Anak yang diasuh dengan pola asuh otoriter sering mengalami depresi dan kecemasan.
  • Tindakan agresif atau pasif
    Anak yang diasuh dengan pola asuh otoriter sering menunjukkan perilaku agresif atau pasif.
  • Tantangan dalam membangun relasi sosial
    Anak yang diasuh dengan pola asuh otoriter sering mengalami tantangan dalam membangun relasi sosial.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.