Kamis, Juni 4, 2026

13 Orang Meninggal Dunia Akibat Erupsi Gunung Semeru

13 orang meninggal akibat erupsi Gunung Semeru, di Lumajang Jawa Timur, Minggu (5/12/2021).

Hal itu diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kapusdatin BNPB Abdul Muhari. Dari 13 korban jiwa, baru ada jenazah yang berhasil diidentifikasi.

Mereka adalah Poniyem (50) dari Curah Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, dan Pawon Riyono.

“Jadi 13 orang ini merupakan update terbaru dari laporan Kepala BNPB,” katanya.

Beberapa Korban Alami Luka Bakar

Terdapat beberapa korban yang mengalami luka bakar di tubuhnya, akibat terkena lahar panas. Mereka adalah sejumlah penambang pasir di Dusun Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

Usai Gunung Semeru erupsi, lahar panas pun menuju ke areal pertambangan, hingga membuat merekaa terlambat menyelamatkan diri.

“Sementara belum terdeteksi ada berapa jumlah warga sini yang terluka. Tetapi ada tiga warga dengan kulit terkena lahar panas. Mereka sopir dari luar desa,” ucap Sekretaris Desa Sumberwuluh, Samsul Arifin.

Adapun Kampung Renteng, Desa Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro menjadi salah satu desa yang terdampak paling parah. Sebab, abu vulkanik dari erupsi Gunung Semeru menutupi hampir semua dusun yang hanya berjarak sekitar 2 KM dari jalur lahar panas.

Sekarang warga ngungsi di balai desa, sedangkan yang kena luka bakar langsung dibawa ke fasilitas Kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan,” tuturnya.

Selain itu, dikabarkan banyak warga terisolasi di Dusun Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh. Sebab, abu vulkanik telah hampir memadati dusun tersebut.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.