Sebanyak 207 mahasiswa Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas resmi diwisuda dalam Sidang Senat Terbuka Program Sarjana Terapan Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Graha Oktana, Cepu, Jumat (17/7/2026). Pada wisuda ke-55 ini, kampus vokasi di bawah Kementerian ESDM tersebut mencatat peningkatan serapan lulusan ke dunia kerja, di mana sekitar 40 persen wisudawan telah diterima bekerja sebelum resmi lulus.
Direktur PEM Akamigas, Dr. Erdila Indriani, mengatakan sekitar 82 lulusan telah mengantongi kontrak kerja di berbagai perusahaan energi dan migas. Menurutnya, capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 27 persen dan didorong oleh penerapan skema 8+I Link and Match antara kampus dan dunia industri.
“Sinergi kami dengan dunia industri tidak lagi sekadar formalitas di atas kertas kerja. Industri terlibat aktif sejak awal: mulai dari penyusunan kurikulum berbasis kebutuhan riil, pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning), pelibatan praktisi industri sebagai dosen tamu, hingga kewajiban magang industri minimal satu semester penuh,” jelas Erdila.
Ia menambahkan, mahasiswa juga diwajibkan memiliki sertifikasi kompetensi berstandar industri sebelum lulus. Sementara para dosen secara berkala mengikuti on the job training agar pembelajaran tetap mengikuti perkembangan teknologi di sektor energi dan migas.
Wisuda kali ini dihadiri Bupati Blora Arief Rohman bersama Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika. Dari total 207 lulusan yang dikukuhkan, sebanyak 85 mahasiswa meraih predikat cum laude. Adapun lulusan terbaik diraih Achmad Rendy Dwi Yulianto dari Program Studi Teknik Pengolahan Minyak dan Gas dengan IPK 3,90.
Bupati Arief Rohman memberikan apresiasi khusus kepada Rendy yang merupakan putra asli Cepu. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda daerah mampu bersaing di tingkat nasional.
“Secara khusus saya mengucapkan selamat kepada Achmad Rendy Dwi Yulianto. Prestasi luar biasa sebagai putra asli Cepu ini harus menjadi pemantik inspirasi bagi seluruh generasi muda di Kabupaten Blora. Ini bukti nyata bahwa jika kita tekun dan berani bermimpi besar, anak daerah mampu berdiri setara bahkan melampaui standar nasional,” ujar Arief.
Rendy yang menempuh pendidikan melalui beasiswa penuh Kementerian ESDM mengaku bersyukur atas pencapaiannya. “Saya sangat berterima kasih atas kesempatan beasiswa penuh ini. Ilmu yang saya dapatkan di PEM Akamigas ini akan saya dedikasikan kembali untuk kemajuan bangsa, dan tentu saja untuk memberikan kontribusi terbaik bagi Kabupaten Blora,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekjen Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika mengingatkan para lulusan agar terus berinovasi menghadapi perubahan industri energi. Sementara itu, PEM Akamigas juga menargetkan peningkatan jumlah mahasiswa menjadi 4.500 orang pada 2030 melalui pembangunan laboratorium baru, pembukaan program studi energi terbarukan, dan perluasan kerja sama internasional.