MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Pendirian Rumah Pelita sebagai program penanganan stunting yang diinisiasi Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu pada Februari 2023 lalu, mulai berbuah manis.
Layanan pengasuhan anak atau daycare gratis yang disediakan oleh Rumah Pelita, secara bertahap mampu mengurangi jumlah anak dengan masalah hambatan pertumbuhan (stunting)
Saat ini Kota Semarang memiliki sepuluh Rumah Pelita yang tersebar di berbagai kecamatan.
Salah satu Rumah Pelita yang ada di wilayah Kecamatan Semarang Barat telah berhasil mengentaskan 20 kasus stunting. Kini masih ada 11 anak yang berproses untuk dientaskan dari masalah tersebut.
Lana Muthia Taher selaku pengasuh daycare Rumah Pelita menjelaskan, masa pengasuhan anak stunting dilakukan dalam waktu tiga bulan. Setelah lulus akan diganti dengan anak stunting lain.

“Rata-rata balita yang kami asuh kenaikan berat badannya 100–150 gram per minggu dan tinggi badan naik 2 milimeter per minggu,” jelas Lana saat ditemui Jumat (14/6/2024).
Kata dia, dalam Rumah Pelita berisi tenaga ahli mulai dari pengasuh, dokter anak, psikolog, sampai juru masak.
Programnya meliputi pemberian makanan bergizi, memberi stimulasi perkembangan anak, hingga mengajari cara pengasuhan kepada orang tua agar anaknya tidak mengalami stunting.
Kasus Stunting Menurun
Program pengentasan stunting dalam bentuk daycare pada Rumah Pelita menunjukkan hasil positif. Lana berharap program Rumah Pelita bisa terus dikembangkan agar cita-cita “Kota Semarang zero stunting” bisa segera terwujud.
“Alhamdulullah dengan adanya program yang diinisiasi Ibu Ita (Wali Kota Semarang) ini mampu mengurangi angka kasus stunting,” tuturnya.
Grafik stunting Kota Semarang menunjukkan tren penurunan dalam satu tahun terakhir–sebagaimana data yang dipublikasikan dalam data.semarangkota.go.id.
Menurut data tersebut, kasus stunting Kota Semarang mencapai 1,54 persen dari total anak pada Juni 2023. Bulan-bulan terus mengalami penurunan hingga pada Desember 2023 tinggal 1,06 persen.
Penurunan jumlah anak stunting terus berlanjut pada tahun 2024. Tercatat, pada Januari 1,05 persen, Februari 1,1 persen, Maret 0,97 persen, April 0,97 persen, dan Mai 1,95 persen.

Atas capaian tersebut, Wali Kota Semarang, Mbak Ita mendapat penghargaan dari BKKBN sebagai tokoh perempuan inspirator dan penggerak pencegahan stunting. Konsep bergerak bersama menjadi kunci penanganan stunting.
Daycare khusus anak stunting Rumah Pelita hanya salah satu program yang dikembangkan Mbak Ita untuk menuntaskan stunting. Sejumlah inovasi lain dikembangkan seperti Pelangi Nusantara (Pelayanan Gizi dan Penyuluhan Kesehatan Anak Serta Remaja), Rumah Gizi, hingga SiBening (Semua Ikut Bergerak Bersama Menangani Stunting). (bhq)