Selasa, April 7, 2026

Sejarah Penting 11 September, Hari Radio Nasional

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Setiap 11 September, Indonesia memperingati Hari Radio Nasional yang juga menjadi hari kelahiran Radio Republik Indonesia (RRI). Peringatan ini tidak lepas dari sejarah penting berdirinya RRI pada 11 September 1945, tepat sebulan setelah penutupan radio Jepang, Hoso Kyoku, yang sempat mengisi ruang informasi di Indonesia selama pendudukan Jepang.

Dikutip laman KPI, kpi.go.id, pasca proklamasi kemerdekaan, masyarakat Indonesia terputus dari sumber informasi dan banyak yang tidak mengetahui perkembangan situasi politik. Apalagi, berita dari luar negeri mengabarkan bahwa tentara Inggris, atas nama Sekutu, akan segera menduduki wilayah Jawa dan Sumatera. Radio menjadi satu-satunya alat komunikasi efektif di tengah situasi darurat ini.

Pertemuan Penting yang Melahirkan RRI

Pada 11 September 1945, delegasi yang terdiri dari mantan pegawai radio Hoso Kyoku berkumpul di bekas gedung Raad Van Indje, Jakarta, bersama pemerintah Indonesia. Pertemuan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh seperti Abdulrahman Saleh, Adang Kadarusman, Soehardi, Soetarji Hardjolukita, dan Maladi. Dalam rapat tersebut, Abdulrahman Saleh menegaskan pentingnya mendirikan radio nasional sebagai sarana komunikasi antara pemerintah dengan rakyat, terutama untuk mengantisipasi kedatangan tentara Sekutu.

Delegasi radio meminta pemerintah untuk menggunakan peralatan Hoso Kyoku, namun mendapat penolakan karena alat-alat tersebut sudah dianggap sebagai inventaris Sekutu. Meskipun demikian, delegasi tetap bersikeras melanjutkan rencana tersebut.

Lahirnya Persatuan Radio Republik Indonesia

Pada akhir pertemuan, diputuskan pembentukan Persatuan Radio Republik Indonesia (RRI) yang akan meneruskan penyiaran di delapan stasiun radio di Pulau Jawa. Abdulrahman Saleh ditunjuk sebagai pemimpin pertama RRI. Keputusan ini disampaikan kepada Presiden Soekarno dan disepakati oleh pemerintah sebagai langkah strategis untuk menjaga komunikasi antara pemerintah dan rakyat di tengah situasi kritis.

Kini, RRI telah berkembang pesat dan tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai media hiburan yang dapat diakses secara digital, menjangkau seluruh lapisan masyarakat. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.