MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Kiai Soleh Darat dikenal luas sebagai salah satu ulama besar yang sangat dihormati di kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Beliau bukan hanya seorang guru bagi pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, tetapi juga sahabat dekat dari Kiai Kholil Bangkalan. Kiai Soleh Darat memiliki ilmu yang mendalam dan kewibawaan yang luar biasa, menjadikannya teladan bagi banyak orang.
Lahir dalam keluarga yang sangat mengutamakan agama, Kiai Soleh Darat sejak kecil sudah terbiasa dengan lingkungan yang sarat nilai-nilai keagamaan. Ayahnya adalah seorang ulama yang menjadi kepercayaan Pangeran Diponegoro, menambah kedalaman religiusitas dalam keluarganya. Dengan bekal tersebut, Kiai Soleh Darat tumbuh menjadi pribadi yang sangat taat beribadah dan berpengetahuan luas.
Salah satu kisah luar biasa yang sering diceritakan mengenai Kiai Soleh Darat adalah tentang karomah beliau yang terjadi saat beliau sedang melakukan perjalanan menuju Semarang. Suatu hari, saat berjalan kaki di sepanjang jalan, sebuah mobil tentara Belanda melintas. Meskipun sang ulama terlihat jelas di depan mereka, para tentara yang berada di dalam mobil tersebut tidak menawarkan tumpangan.
Setelah melewati Kiai Soleh Darat, mobil yang dikendarai oleh tentara Belanda itu mendadak mogok. Para tentara yang ada di dalam mobil mulai kebingungan, berusaha keras untuk menghidupkan mesin, namun usahanya tidak membuahkan hasil. Kejadian ini semakin membuat mereka merasa cemas.
Salah seorang tentara mulai menduga bahwa kejadian ini mungkin ada kaitannya dengan Kiai Soleh Darat yang baru saja mereka lewati. Akhirnya, mereka memutuskan untuk kembali dan menghampiri sang ulama, lalu menawarkan tumpangan sebagai bentuk penghormatan.
Begitu Kiai Soleh Darat menerima tawaran tersebut, sesuatu yang luar biasa terjadi. Mobil yang sebelumnya mogok tiba-tiba menyala kembali dengan lancar, tanpa masalah apapun. Tentara Belanda yang menyaksikan kejadian ini pun terkejut dan takjub.
Kisah ini menjadi bukti karomah Kiai Soleh Darat, yang semuanya terjadi atas izin Allah SWT. Cerita ini pun menjadi legenda yang terus diceritakan dari generasi ke generasi, menjadi simbol penghormatan terhadap sang ulama.
Peristiwa ini juga mencerminkan besarnya pengaruh Kiai Soleh Darat di kalangan masyarakat, bahkan di masa penjajahan. Keberanian dan kebijaksanaan beliau dalam menghadapi situasi tersebut menjadi pelajaran berharga bagi banyak orang.
Selain ilmunya yang luas, banyak yang meyakini bahwa kedekatan spiritual Kiai Soleh Darat dengan Allah SWT memberikan perlindungan bagi beliau. Karomah-karomah yang dimiliki oleh Kiai Soleh Darat dianggap sebagai bentuk kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya yang taat.
Meski memiliki berbagai kelebihan, Kiai Soleh Darat dikenal sebagai pribadi yang sangat rendah hati. Beliau menjalani kehidupan dengan penuh kesederhanaan, tanpa sedikitpun menyombongkan diri. Sikap ini yang membuatnya semakin dihormati dan dicintai, baik oleh kalangan santri maupun masyarakat umum. (**)