MELIHAT INDONESIA – Peneliti memperingatkan ancaman tersembunyi dari bahan kimia pada tali jam pintar dan pelacak kebugaran.
Tim peneliti dari Universitas Notre Dame, AS, mengevaluasi 22 merek pelacak kebugaran dan menemukan sembilan di antaranya mengandung asam perfluoroheksanoat (PFHxA) dalam konsentrasi sangat tinggi.
PFHxA adalah jenis zat PFAS yang digunakan untuk membuat produk tahan air, panas, dan noda.
Berikut beberapa dampak buruk kandungan bahan kimia pada tali jam tangan pintar:
1. Iritasi Kulit – Bahan seperti nikel, lateks, atau silikon berkualitas rendah dapat menyebabkan alergi, gatal, atau kemerahan pada kulit.
2. Dermatitis Kontak – Beberapa zat kimia dalam pewarna atau pelapis tali jam bisa memicu reaksi peradangan pada kulit.
3. Paparan Bahan Beracun – Phthalates dan bisphenol A (BPA), yang sering ditemukan dalam plastik, berpotensi mengganggu hormon tubuh.
4. Efek Jangka Panjang – Penggunaan bahan kimia tertentu dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti sensitivitas kulit atau ketidakseimbangan hormon.
5. Dampak Lingkungan – Bahan sintetis yang tidak ramah lingkungan dapat mencemari tanah dan air saat dibuang. (*)