Dikira bakal menggeser posisi pelaku UMKM, Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih tuai banyak kritik. Hal membuat Menteri UMKM Maman Abdurrahman buka suara demi meluruskan asumsi negatif tersebut.
Maman menegaskan bahwa keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih tidak akan mengancam pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebaliknya, program ini justru diyakini mampu memperkuat ekosistem UMKM di seluruh Indonesia.
Menurut Maman, pelaku UMKM berpotensi besar menjadi bagian dari koperasi ini, baik sebagai anggota maupun pelaku usaha di dalamnya.
Ia memandang Kopdeskel Merah Putih sebagai bentuk aksi afirmatif yang sangat dibutuhkan untuk memperluas akses pelaku UMKM terhadap berbagai layanan ekonomi, termasuk pembiayaan, distribusi, hingga pemasaran produk. “Justru ini salah satu tambahan amunisi dan affirmative action untuk pemberdayaan UMKM,” ujarnya.
Pemerintah sendiri tengah mempersiapkan pembentukan 80.000 Kopdeskel Merah Putih sebagai lembaga ekonomi rakyat yang mencakup layanan penting, seperti gerai sembako, klinik desa, simpan pinjam, dan distribusi bantuan sosial seperti PKH, gas, dan pupuk subsidi. Inisiatif ini juga dirancang sebagai solusi menyeluruh terhadap tantangan ekonomi desa dan ketimpangan distribusi layanan dasar.
Sebanyak 103 koperasi percontohan dijadwalkan diluncurkan pada 21 Juli 2025, dengan peresmian langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Langkah ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat kemandirian ekonomi desa dan mendorong pertumbuhan sektor UMKM secara berkala