Tiga mantan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ketiganya mengaku telah berpamitan kepada Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, sebelum pindah partai.
Ketiga mantan kader tersebut adalah Anton Budiharjo, Septiawan Adi Prihanto, dan Muhammad Mufti Rahmat. Anton merupakan eks anggota DPRD Solo 2019-2024 yang maju sebagai calon legislatif PSI untuk DPRD Solo pada Pemilu 2024 namun gagal lolos. Septiawan dan Mufti sebelumnya aktif di struktural PDIP di tingkat ranting.
Anton menyampaikan bahwa keputusan mereka bergabung dengan PSI sudah melalui pertimbangan matang. “Kami sudah berpamitan kepada Pak FX Rudyatmo secara baik-baik. Tidak ada masalah, semua berjalan lancar,” ujarnya, Senin (11/8).
Menurut Anton, mereka melihat PSI sebagai partai yang memiliki semangat baru dan membuka ruang partisipasi politik bagi generasi muda. “Kami ingin ikut berkontribusi membangun bangsa melalui PSI,” katanya.
Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, membenarkan kabar perpindahan tiga kadernya tersebut. “Mereka sudah pamit, ya monggo. Itu hak setiap orang untuk menentukan pilihan politik,” ujarnya. Rudy menegaskan bahwa PDIP tidak pernah menghalangi kader yang ingin keluar.
Menanggapi hal ini, Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengaku santai. Ia menegaskan bahwa keluar-masuknya kader dalam sebuah partai politik adalah hal yang biasa. “Monggo saja. Partai itu kan seperti rumah, orang bisa masuk dan keluar. Jadi enggak usah dibesar-besarkan,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/8).
Puan juga menambahkan, PDIP tetap fokus pada kerja-kerja politiknya. “Kami akan terus bekerja untuk rakyat. Soal ada yang pindah partai, itu hal yang lumrah,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPD PSI Solo, Sigit Purnomo, menyambut bergabungnya ketiga mantan kader PDIP tersebut. Ia menyebut langkah ini sebagai sinyal positif bagi PSI di Solo. “Kami terbuka bagi siapa saja yang ingin berjuang bersama, apalagi mereka sudah punya pengalaman politik,” ujarnya.