Momen mikrofon mati ketika Presiden RI Prabowo Subianto masih berpidato dalam forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) terkait solusi dua negara di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Senin (23/9), sempat menuai perhatian publik.
Kementerian Luar Negeri RI pun memberi penjelasan resmi. Direktur Informasi Media Kemlu, Hartyo Harkomoyo (Yoyok), menyebut bahwa insiden tersebut murni karena adanya aturan prosedur yang berlaku di forum internasional.
“Setiap kepala negara hanya mendapat waktu 5 menit. Jika melewati batas, maka mikrofon otomatis dimatikan,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (24/9).
Meski mikrofon sempat tidak terdengar di siaran streaming, Kemlu memastikan bahwa pidato Prabowo tetap jelas terdengar oleh para delegasi yang hadir langsung di General Assembly Hall.
Prabowo diketahui menyampaikan pidato dengan durasi sekitar enam menit sepuluh detik. Pada menit terakhir, mikrofon mati ketika ia sedang menegaskan desakan Indonesia agar dunia segera menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza.
Dalam pernyataannya, Prabowo menekankan pentingnya pengakuan terhadap Palestina dan mendesak agar perang segera diakhiri. Ia juga menegaskan kesiapan Indonesia untuk mengambil peran lebih jauh, termasuk menyediakan pasukan penjaga perdamaian.
Momen tersebut sempat membuat petugas protokol mendekat ke mimbar. Mikrofon kembali terdengar saat Prabowo mengakhiri pidatonya dengan seruan perdamaian.
Forum ini merupakan bagian dari rangkaian Sidang Majelis Umum ke-80 PBB, yang diinisiasi oleh Prancis dan Arab Saudi. Pertemuan menghadirkan sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron serta Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, untuk membahas langkah konkret mewujudkan solusi dua negara bagi Palestina dan Israel.
Kehadiran Prabowo dalam forum tersebut menandai komitmen Indonesia untuk terus bersuara di panggung internasional mengenai isu Palestina, sekaligus memperkuat peran RI dalam mendorong terciptanya perdamaian dunia.