Pemerintah Kabupaten Blora terus mematangkan rencana pembukaan jalur penerbangan internasional dari Bandara Ngloram menuju Makkah atau Madinah. Langkah strategis ini dinilai menjadi terobosan penting untuk memperkuat konektivitas sekaligus menggerakkan pertumbuhan ekonomi kawasan.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan Bupati Blora, Arief Rohman, saat menerima audiensi Forum Jaringan Media Siber Indonesia (FJMSI) Kabupaten Blora di Rumah Dinas Bupati, Rabu (12/11). Dalam pertemuan itu, pengurus FJMSI juga melaporkan rencana Pelantikan JMSI Kabupaten Blora serta agenda Dialog Terbatas bertema “Peta Jalan Agro Industri Blora 2026–2030.”
Arief menjelaskan bahwa rencana pembukaan jalur penerbangan langsung ini lahir dari kebutuhan masyarakat di Blora dan daerah penyangga seperti Pati, Rembang, hingga Bojonegoro. Meningkatnya minat masyarakat untuk melaksanakan ibadah umrah menjadi peluang besar bagi optimalisasi Bandara Ngloram.
“Potensi masyarakat untuk berangkat umrah dan haji di kawasan Blora dan sekitarnya sangat besar. Dengan adanya jalur penerbangan langsung ke Madinah, Bandara Ngloram akan semakin hidup dan memberi dampak ekonomi positif bagi warga,” ujar Arief.
Dukungan infrastruktur turut memperbesar peluang realisasi program ini. Dalam waktu dekat, kantor Imigrasi akan hadir di Blora, sehingga proses administrasi keberangkatan jemaah dapat dilakukan tanpa harus keluar daerah. Kehadiran fasilitas ini dipandang sebagai titik krusial yang mempercepat dibukanya jalur penerbangan internasional.
Selain memberikan kemudahan bagi jemaah umrah dan haji, pengembangan bandara bertaraf internasional di Blora juga diproyeksikan membuka pintu investasi baru. Sektor pariwisata, perdagangan, serta jasa transportasi di kawasan Blora dan sekitarnya dipastikan akan ikut terdongkrak.
Pemkab Blora berharap Bandara Ngloram dapat menjadi pusat konektivitas baru di kawasan timur Jawa Tengah, sekaligus menjadi simpul penggerak pertumbuhan ekonomi regional.
Lebih lanjut Arief menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan bandara yang produktif, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat.