Minggu, Mei 31, 2026

Gus Ulil Tegas Menolak Zero Mining “Bagi Saya Itu Goblok!”

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil menjadi pusat polemik nasional setelah menolak keras gagasan zero mining wacana penghentian total aktivitas pertambangan yang kembali menguat usai banjir bandang dan longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dalam pernyataannya yang viral di media sosial, Gus Ulil menegaskan bahwa konsep zero mining adalah pandangan yang keliru dan tidak realistis.

“Tidak bisa menerima aktivitas penambangan sama sekali, zero mining. Itu menurut saya pandangan yang tidak tepat,” ujarnya, Kamis (4/12).

Ia bahkan menyatakan lebih tegas “Kalau ada orang yang berpandangan zero mining, bagi saya itu goblok.”

Gus Ulil menilai kehidupan modern sepenuhnya bergantung pada hasil tambang.

“HP sampean ini kalau nggak ada tambang ya nggak bisa. Energi listrik yang dipakai untuk bekerja, membaca, dan media semua itu butuh energi, dan itu dari tambang,” jelasnya.

Menurutnya, solusi yang tepat bukan meniadakan pertambangan, tetapi mengatur aktivitas tersebut dengan regulasi yang benar.

“Pandangan yang tepat adalah ok mining, tapi diatur dengan regulasi yang benar,” tegasnya.

Namun pernyataan itu memicu reaksi keras warganet. Banyak yang menghubungkannya dengan keputusan PBNU menerima konsesi tambang dari pemerintah.

“Otaknya udah kesumbat sama duit tambang,” tulis salah satu pengguna media sosial.

Komentar lain menyinggung empati dan sikap PBNU, hingga menjadi trending di berbagai platform.

Polemik makin memanas ketika istilah “Wahabi lingkungan” yang pernah dilontarkan Gus Ulil kembali diungkit publik. Menanggapi kegaduhan tersebut, ia menyampaikan klarifikasi bahwa istilah itu tidak ditujukan kepada seluruh pegiat lingkungan, melainkan hanya kepada kelompok yang menolak semua bentuk pertambangan.

“Yang saya sebut dengan wahabi lingkungan itu adalah orang-orang yang sama sekali tidak bisa menerima aktivitas penambangan sama sekali. Nol. Zero mining,” jelasnya.

Gus Ulil menegaskan bahwa NU memandang kekayaan tambang sebagai anugerah Tuhan yang perlu dimanfaatkan secara bertanggung jawab.

“Tambang ini anugerah Tuhan yang harus dimanfaatkan untuk kemaslahatan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Ia juga mendukung penuh penertiban illegal logging dan penambangan tanpa aturan, yang disebutnya sebagai penyebab kerusakan alam dan bencana.

Meski demikian, kritik publik belum mereda. Di tengah bencana besar yang menewaskan ratusan warga dan merusak ribuan rumah, pernyataan Gus Ulil dianggap tidak sensitif dan memicu perdebatan soal arah kebijakan tambang PBNU dan pemerintah.

Kontroversi pun terus berlanjut, menjadi sorotan nasional di tengah krisis ekologis yang menimpa Sumatera.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.