Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), melakukan kunjungan ke Sumatera Barat dan Aceh untuk menyalurkan bantuan bagi korban bencana hidrometeorologi sekaligus mencari salah satu saudaranya yang hilang kontak di Aceh. Keputusan KDM bertolak ke Sumatera pada Kamis (4/12/2025) menggunakan pesawat carteran Susi Air memicu perhatian luas publik, terutama di media sosial.
Dalam sejumlah pernyataan, KDM menegaskan bahwa keberangkatannya bukan untuk membuat konten seperti yang dituding sebagian warganet. Ia mengeklaim perjalanannya dilandasi kepedulian pribadi dan keluarga, lantaran saudaranya—yang disebut berstatus anggota DPRD Aceh dan mantan tentara—hingga kini tidak dapat dihubungi.
“Kakak saya nangis-nangis. Katanya, kamu tuh gubernur tapi nggak bisa nolong saudara,” ujar KDM di Gedung Sate.
Rombongan Pemprov Jabar yang ikut serta dijadwalkan singgah di Padang untuk membeli berbagai kebutuhan bantuan. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp7 miliar, bersumber dari sumbangan pihak swasta, BUMD, organisasi masyarakat, hingga dana pribadi KDM.
Bantuan ini akan didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak dengan dua pesawat Susi Air yang sudah dicarter untuk menjangkau daerah yang sulit diakses jalur darat.
KDM memperkirakan akan berada di wilayah bencana selama dua hingga tiga hari, bergantung situasi di lapangan. Ia menyebut pendataan warga Jawa Barat yang terdampak serta mobilisasi bantuan menjadi prioritas utama selama berada di Sumatera dan Aceh.
Di sisi lain, keputusan KDM meninggalkan Jawa Barat menuai kritik karena pada hari yang sama banjir bandang melanda Kabupaten Bandung Barat. Menanggapi hal ini, KDM menyebut banjir di wilayah tersebut merupakan banjir langganan yang tidak bisa ditangani secara parsial.
Ia menegaskan perlunya tiga langkah besar untuk menyelesaikan persoalan banjir, yakni penataan kembali tata ruang, alih fungsi lahan, dan pembangunan bendungan di wilayah hulu.
Meskipun menuai pro dan kontra, KDM memastikan bahwa fokus utama perjalanannya adalah memastikan bantuan tersalurkan dan menemukan keberadaan saudaranya yang hilang di Aceh.