Sabtu, Juli 11, 2026

Boyolali Belajar ke Blora, Dalami Pengelolaan Sumur Tua dan Potensi Migas Daerah

Potensi minyak dan gas bumi (migas) yang dimiliki Kabupaten Blora kembali menjadi rujukan daerah lain. Kali ini, Pemerintah Kabupaten Boyolali melakukan kunjungan kerja untuk menggali pengalaman Blora dalam mengelola sumur tua, sumur rakyat, hingga peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam.

Kunjungan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Sekretariat Daerah Kabupaten Blora, Rabu (8/7/2026), dipimpin langsung oleh Bupati Boyolali bersama jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pimpinan BUMD PT Aneka Karya, serta Bank Jateng Cabang Boyolali.

Rombongan disambut oleh Bupati Blora, Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Blora.

Dalam sambutannya, Sri Setyorini menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antardaerah sekaligus saling berbagi pengalaman dalam pengelolaan potensi daerah.

“Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan yang luar biasa bagi kami menerima kunjungan resmi dari Pemerintah Kabupaten Boyolali. 

Kunjungan hari ini terasa sangat spesial karena menjadi momen kunjungan balasan yang sangat hangat,” ujarnya.

Sri juga mengungkapkan bahwa sebelumnya Pemerintah Kabupaten Blora telah lebih dulu melakukan studi tiru ke Boyolali guna mempelajari pengelolaan air bersih dan pelayanan publik. Melalui kunjungan balasan ini, diharapkan sinergi kedua daerah semakin kuat.

Agenda utama pertemuan difokuskan pada pertukaran informasi mengenai pengelolaan sumber daya alam, terutama sektor migas dan sumber daya mineral yang menjadi potensi unggulan Kabupaten Blora.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Blora Ahmad Gojali menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Boyolali ingin mempelajari tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mengelola sumber daya alam.

“Fokus pembelajaran yang ingin diketahui adalah pengelolaan sumur tua dan sumur rakyat yang selama ini menjadi salah satu potensi unggulan Kabupaten Blora,” jelas Ahmad Gojali.

Dalam kesempatan itu, Direktur BPE Blora Giri Nur Baskoro memaparkan berbagai potensi migas daerah, mulai dari pengelolaan sumur tua, sumur rakyat, hingga peran BUMD dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas kerja sama antara Blora dan Boyolali dalam pengelolaan sumber daya alam. Melalui pertukaran pengalaman dan inovasi, kedua daerah diharapkan mampu mengembangkan potensi migas secara lebih optimal sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.