MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Kasus dugaan korupsi pengadaan Liquefied Natural Gas (LNG) di PT Pertamina (Persero) tahun 2011–2021 kembali menjadi sorotan. Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini mengarahkan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi kunci, termasuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina.
Pada Kamis (9/1/2025), Ahok hadir di Gedung KPK Merah Putih untuk memberikan keterangan terkait kapasitasnya selama menjabat di perusahaan energi tersebut. “Hari ini kami memeriksa saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan LNG di PT Pertamina tahun 2011–2021,” ungkap juru bicara KPK, Tessa Mahardika Sugiarto, dalam keterangan persnya.
Sorotan pada Kasus dan Peran Ahok
Ahok, yang menjadi Komisaris Utama Pertamina pada periode 2019–2024, disebut memiliki posisi strategis dalam mengawasi kebijakan perusahaan, termasuk proyek LNG yang kini menjadi pusat penyelidikan. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari langkah KPK untuk mengungkap dugaan kerugian negara yang muncul akibat proyek tersebut.
Selain Ahok, penyidik juga memanggil tujuh saksi lain, termasuk pejabat aktif maupun mantan pejabat Pertamina. Penyelidikan ini dilatarbelakangi vonis yang telah dijatuhkan terhadap mantan Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan, yang dinyatakan bersalah dan dihukum sembilan tahun penjara.
Dalam perkembangan sebelumnya, KPK menetapkan dua tersangka baru berinisial HK dan YA. “Keduanya diduga kuat terlibat dalam perbuatan melawan hukum, dengan alat bukti yang cukup,” tambah Tessa. Namun, identitas lebih rinci kedua tersangka masih dirahasiakan hingga KPK menggelar konferensi pers resmi.
Mundur Demi Politik
Jejak Ahok di Pertamina sempat menuai pro dan kontra, terutama ketika ia memutuskan mundur pada Februari 2024. Dalam pernyataannya, Ahok menyebut keputusan tersebut diambil untuk fokus pada dukungan politik bagi pasangan calon presiden Ganjar Pranowo dan Mahfud Md pada Pilpres 2024.
“Dengan ini, saya menyatakan mendukung serta ikut mengkampanyekan pasangan Ganjar-Mahfud. Hal ini agar tidak ada kebingungan terkait arah politik saya,” ungkap Ahok melalui unggahan di akun media sosialnya.
Pengunduran diri ini menutup perjalanannya sebagai Komisaris Utama Pertamina, posisi yang ia emban dengan berbagai kontroversi sejak awal pengangkatannya. Keputusan tersebut juga menandai langkah signifikan Ahok dalam dunia politik setelah kariernya sebagai gubernur DKI Jakarta yang penuh dinamika.
LNG: Proyek Bermasalah dengan Kerugian Negara
Kasus LNG yang menjadi fokus penyelidikan KPK mencakup pengadaan yang diduga tidak sesuai prosedur dan berujung pada kerugian negara. Proyek ini telah memunculkan pertanyaan tentang tata kelola perusahaan negara dalam mengelola sektor strategis energi.
KPK menegaskan, investigasi akan terus dilanjutkan hingga semua pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban. Penyidik juga mengumpulkan bukti tambahan dari berbagai sumber untuk memperkuat dakwaan terhadap para tersangka.
Keterbukaan Informasi Publik
KPK berkomitmen untuk mengusut kasus ini secara transparan dan menjelaskan perkembangan penyidikan kepada publik. “Kami berharap masyarakat tetap bersabar menunggu hasil penyidikan yang tengah kami lakukan,” kata Tessa.
Masa Depan Ahok dan Pertamina
Pemeriksaan Ahok oleh KPK menimbulkan spekulasi tentang sejauh mana keterlibatannya dalam kasus ini. Sementara itu, Pertamina harus terus memperbaiki tata kelola agar dapat menghindari permasalahan serupa di masa depan.
Dengan posisi strategis yang pernah diemban Ahok, keterangannya diharapkan dapat membuka tabir baru dalam kasus ini. KPK terus berupaya menuntaskan penyelidikan demi keadilan dan pemberantasan korupsi di sektor energi nasional. (**)