Minggu, Mei 31, 2026

Amplop Lebaran Anak, Rezeki Bocah, Kok Malah Ditilep?

MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Hari Raya Idul Fitri selalu jadi momen paling ditunggu, terutama bagi anak-anak. Selain suasana Lebaran yang penuh kebahagiaan, mereka juga semangat menanti “cuan” dari amplop Lebaran. Tapi, di balik senyum ceria mereka, ada satu kebiasaan yang sering terjadi: uang anak justru raib entah ke mana!

Lantas, apakah orangtua boleh menggunakan uang amplop Lebaran anak? Atau sebenarnya itu adalah hak mutlak si bocah yang harus dijaga?

Uang Anak Itu Hak Anak, Bukan Celengan Orangtua!

Dalam Islam, anak-anak yang belum baligh memang belum bisa mengelola uang sendiri. Tapi itu bukan berarti orangtua bebas pakai seenaknya. Islam justru menegaskan bahwa uang tersebut tetap hak anak, dan orangtua hanya bertugas menjaga serta mengelolanya dengan amanah.

Syekh Wahbah Az-Zuhayli dalam Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh menyatakan:

“Jika seorang anak memiliki harta, maka ayahnya memiliki hak kewalian atas harta tersebut dalam hal pemeliharaan dan pengelolaannya, berdasarkan kesepakatan ulama dari empat mazhab.” (Juz VII, halaman 749).

Artinya? Orangtua hanya bertugas menjaga, bukan menguasai!

Jangan Main Nyolong Diam-Diam!

Banyak kasus di mana amplop Lebaran anak tiba-tiba “menghilang” dengan alasan “nanti disimpan ibu/ayah, biar nggak hilang.” Padahal, setelah dicek, uangnya sudah berubah bentuk jadi belanjaan rumah atau keperluan lain yang tidak ada hubungannya dengan anak.

Islam sendiri melarang keras penggunaan uang anak untuk hal yang tidak memberi manfaat bagi mereka. Dalam kitab yang sama dijelaskan:

“Seorang wali dilarang melakukan transaksi yang merugikan anak secara mutlak, seperti menghibahkan atau menyedekahkan hartanya tanpa manfaat yang jelas bagi anak tersebut.” (Juz VII, halaman 752).

Jadi kalau uang amplop anak malah dipakai buat beli kopi sachet atau kuota internet, hati-hati! Itu bukan hak orangtua!

Cara Cerdas Kelola Uang Amplop Anak

Daripada tiba-tiba uang anak lenyap tanpa jejak, lebih baik dikelola dengan bijak, misalnya:
✔ Menabungkan uang mereka untuk pendidikan atau kebutuhan mendatang.
✔ Mengajarkan anak cara mengatur keuangan sejak dini.
✔ Menggunakan uang tersebut hanya untuk kepentingan anak, seperti beli perlengkapan sekolah atau mainan yang mereka butuhkan.

Jangan Ajari Anak Duitnya Bisa “Disulap”

Kalau sejak kecil anak melihat uangnya bisa “hilang” tanpa alasan jelas, jangan kaget kalau besok-besok mereka juga tumbuh dengan pola pikir bahwa duit bisa “lenyap” seenaknya. Ini bukan cuma soal uang amplop Lebaran, tapi juga soal pendidikan karakter dan kejujuran dalam keluarga.

Jadi, kalau amplop Lebaran anak masih ada di tangan orangtua, pastikan uangnya tetap utuh dan hanya digunakan untuk kepentingan mereka. Jangan sampai anak-anak belajar dari kecil bahwa uang mereka bisa “ditilep” tanpa pertanggungjawaban! (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.