Minggu, Mei 31, 2026

Antisipasi Bencana Alam Saat Pilkada, Pasukan Tanggap Bencana Disiagakan di Purbalingga

MELIHAT INDONESIA, PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga menyiagakan pasukan tanggap bencana sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana alam selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Pasukan ini terdiri dari gabungan unsur TNI, Polri, Basarnas, Pemkab Purbalingga, organisasi kemanusiaan, dan ormas penanggulangan bencana. Apel kesiapsiagaan dilaksanakan pada Jumat (22/11/2024) di Jalan Alun-alun Purbalingga.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Purbalingga, H. Sudono, dalam sambutannya menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). “Cek seluruh sarana dan prasarana penanggulangan bencana, pastikan semuanya dalam kondisi siap. Komunikasi dan koordinasi dengan relawan harus berjalan baik. Tingkatkan kepedulian dan manfaatkan ilmu titen sebagai kearifan lokal masyarakat untuk membaca fenomena alam,” ujarnya.

Kapolres Purbalingga, AKBP Rosyid Hartanto, menjelaskan bahwa momentum apel siaga ini bersamaan dengan persiapan Pilkada yang akan segera berlangsung. “Kita semua berharap pelaksanaan Pilkada ini tidak terganggu oleh kondisi alam. Namun, jika terjadi bencana, kita siap untuk menanganinya secara cepat dan terkoordinasi,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Komandan Kodim 0702/Purbalingga, Letkol Inf Untung Iswahyudi, mengingatkan bahwa berdasarkan informasi BMKG, puncak musim hujan di wilayah Purbalingga diperkirakan terjadi pada Desember 2024. “Ini berarti kita harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem,” jelasnya.

Letkol Inf Untung juga menambahkan bahwa apel ini bertujuan untuk memastikan kesiapan semua elemen, termasuk personel, material, dan logistik. “Kita harus memastikan bahwa semuanya siap, sehingga bila terjadi bencana, respons kita dapat dilakukan secara cepat dan terukur,” katanya.

Pasukan tanggap bencana juga diinstruksikan untuk terus memantau situasi alam di wilayah Purbalingga dan bersinergi dalam menjaga keamanan serta kelancaran kegiatan Pilkada. Kolaborasi lintas elemen menjadi kunci dalam menciptakan kondisi yang kondusif, baik untuk masyarakat maupun pelaksanaan pesta demokrasi.

Waspada Bencana Hidrometeorologi

Potensi bencana hidrometeorologi menjadi perhatian utama karena wilayah Purbalingga rentan terhadap banjir dan tanah longsor. Dalam apel ini, seluruh peserta diminta untuk lebih proaktif dalam menyampaikan informasi kondisi lapangan kepada pihak berwenang. Dengan demikian, setiap ancaman bencana dapat ditangani lebih awal.

Kesiapan ini diharapkan mampu meminimalkan dampak buruk bencana alam, khususnya menjelang dan selama proses Pilkada berlangsung. “Sinergi dan kesiapan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh masyarakat,” pungkas Plt Bupati Sudono. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.