MELIHAT INDONESIA, PALESTINA – Hamas menunjuk Yahya Sinwar sebagai kepala biro politik barunya menggantikan Ismail Haniyeh yang tewas terbunuh di Teheran pekan lalu.
“Kami mengumumkan pengangkatan Yahya Sinwar sebagai kepala biro politik gerakan ini, menggantikan Ismail Haniyeh,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan.
Dilansir dari Aljazeera, Rabu (7/8/2024), Sinwar (61) lahir pada tahun 1962 di Khan Younis, telah menjadi pemimpin Hamas di Jalur Gaza sejak 2017.
Ia dianngap sebagai salah satu pejabat tinggi Hamas yang paling tidak kenal kompromi.
Sinwar ditahan selama lebih dari 20 tahun di penjara Israel dan dibebaskan di bawah kesepakatan pertukaran tahanan dengan Israel pada 2011.
Sosoknya dianggap Israel sebagai salah satu otak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel
Dalam sebuah wawancara dengan Vice News pada tahun 2021, Sinwar mengatakan bahwa meskipun orang-orang Palestina tidak ingin berperang karena biayanya yang mahal, mereka tidak akan “mengibarkan bendera putih”.
“Untuk jangka waktu yang lama, kami melakukan perlawanan damai dan kerakyatan. Kami berharap dunia, masyarakat bebas dan organisasi internasional akan mendukung rakyat kami dan menghentikan pendudukan yang melakukan kejahatan dan pembantaian rakyat kami. Sayangnya, dunia hanya diam dan menyaksikan,” katanya. (nad)