Rabu, Juli 1, 2026

BEM UI Bawa Keranda ke Mabes Polri, Singgung ‘Matinya Reformasi’

Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di depan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026), sempat diwarnai ketegangan. Massa aksi dan aparat kepolisian terlibat aksi saling dorong setelah mahasiswa berupaya mendekati kawasan depan Mabes Polri.

Berdasarkan pantauan di lokasi, massa yang datang membawa keranda jenazah dan karangan bunga bergerak menuju Jalan Trunojoyo sebagai bagian dari aksi simbolik bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Namun, aparat meminta peserta aksi tetap melakukan demonstrasi di luar area depan markas kepolisian.

Sejumlah mahasiswa mempertanyakan alasan pembatasan tersebut. Karena mengaku tidak memperoleh penjelasan yang memuaskan selain bahwa tindakan itu merupakan arahan pimpinan, massa kemudian mencoba melewati barikade polisi.

Upaya tersebut berhasil dihalau petugas sehingga memicu aksi saling dorong dan adu argumen. Dalam kericuhan itu, keranda yang dibawa peserta aksi sempat terjatuh.

Situasi kemudian berangsur kondusif setelah massa mengalihkan titik aksi ke Jalan Trunojoyo, tepatnya di depan Halte ASEAN. Di lokasi tersebut, mahasiswa menyampaikan orasi secara bergantian sambil membentangkan karangan bunga bertuliskan “Turut Berduka Cita atas Matinya Reformasi Polri.”

Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI, Hafidz Hernanda, mengatakan simbol keranda dan karangan bunga merupakan bentuk kritik terhadap arah reformasi kepolisian yang dinilai mengalami kemunduran.

Menurut Hafidz, demokrasi Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius, salah satunya karena semakin luasnya keterlibatan aparat keamanan di ranah sipil. Ia menilai kondisi tersebut tidak sejalan dengan semangat Reformasi 1998 yang menegaskan pemisahan peran militer dan kepolisian dari jabatan-jabatan sipil.

“Aliansi BEM UI merasa bahwa bila kita diam tentang hal ini, ini hanya memperkeruh situasi yang ada di dalam demokrasi Indonesia. Saat ini demokrasi Indonesia itu sudah penuh tantangan yang sangat luar biasa. Dari TNI masuk ke ranah sipil dan juga sekarang polisi masuk ke ranah sipil,” ujar Hafidz.

Ia menambahkan, tuntutan reformasi Polri bukanlah isu baru dan telah lama disuarakan oleh berbagai elemen masyarakat sipil. Menurutnya, BEM UI juga pernah meminta dokumen mengenai agenda reformasi Polri, namun hingga kini belum memperoleh tanggapan.

Aksi tersebut sempat menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Trunojoyo menuju Mabes Polri tersendat. Ruas jalan di depan Halte ASEAN bahkan sempat tertutup ketika terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat sebelum situasi kembali terkendali.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.