Jumat, Juli 17, 2026

Bikin Syok! Niatnya Penuhi Gizi Anak Sekolah, Program MBG Malah Jadi Rezeki Nomplok Buat Peternak Bebek-Entok

Banyak Makanan MBG Tak Dimakan Siswa, Kini Malah Dimanfaatkan Jadi Pakan Bebek

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan mengenai banyaknya makanan yang tidak dikonsumsi siswa. 

Kondisi tersebut memunculkan desakan agar evaluasi terhadap distribusi, menu, dan ketepatan sasaran program semakin diperketat agar tujuan pemenuhan gizi tidak berujung pada pemborosan.

Di sejumlah daerah, makanan MBG dilaporkan kerap tersisa bahkan berakhir menjadi sampah. Persoalan limbah juga mulai menjadi perhatian pemerintah daerah. 

Di Trenggalek, misalnya, Dinas Lingkungan Hidup mengingatkan agar sampah dan limbah dari dapur MBG tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) seiring bertambahnya jumlah dapur MBG yang beroperasi. 

Di sisi lain, sisa makanan dari program MBG justru dimanfaatkan oleh sebagian peternak sebagai pakan alternatif untuk ternak, seperti bebek dan entok. Limbah makanan yang sebelumnya berpotensi terbuang kini dinilai membantu menekan biaya pakan.

Fenomena tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah akun Threads @apahhsjahegiehens mengunggah pengalaman memanfaatkan sisa makanan MBG.

“Semoga MBG terus berlanjut karena limbahnya sangat bermanfaat buat kami para pemilik bebek dan entok.”

Unggahan itu menuai beragam respons dari warganet. Sebagian menilai pemanfaatan limbah makanan menjadi pakan ternak merupakan langkah positif, namun di sisi lain muncul pertanyaan mengenai efektivitas pelaksanaan program MBG, terutama terkait menu yang disajikan dan tingkat penerimaan siswa terhadap makanan yang diberikan.

Selain persoalan sisa makanan, pelaksanaan MBG juga sempat mendapat penolakan di sejumlah sekolah. Salah satu yang terbaru terjadi di SD Muhammadiyah 1 Trenggalek yang memutuskan menghentikan keikutsertaan dalam program MBG setelah melakukan evaluasi internal. 

Sekolah menilai pelaksanaan program dinilai kurang efektif dan berdampak pada jam belajar, sehingga memilih kembali menjalankan program makan siang mandiri.

Fenomena tersebut menjadi perhatian karena tujuan utama program MBG adalah memastikan kebutuhan gizi peserta didik terpenuhi. 

Banyaknya makanan yang tidak dikonsumsi, meningkatnya limbah makanan, hingga adanya evaluasi dari sejumlah sekolah menjadi catatan yang dinilai perlu diperhatikan agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif dan manfaatnya dapat diterima secara optimal oleh para siswa.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.