Minggu, Mei 10, 2026

Datangi Disperkim, Perempuan Pesisir Semarang Curhat Masalah Drainase dan Sanitasi

MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Komunitas Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Kota Semarang mendatangi kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Senin (19/8/2024).

Kedatangan mereka untuk beraudiensi menceritakan masalah yang ada di lingkungan pesisir, terutama masalah drainase dan sanitasi.

Perwakilan KPPI, Sonia menjelaskan, masyarakat pesisir seperti di Kelurahan Tanjung Mas kerap dilanda banjir rob air laut.

“Robnya sulit surut karena drainasenya tersumbat, jadinya menggenang,” cerita Sonia.

Selain itu, masyarakat pesisir dihadapkan masalah sanitasi. Masih ada yang belum memiliki jamban sehat yang layak.

Padahal, buruknya sanitasi dapat berdampak pada kesehatan. Seturut pernyataan dosen Universitas Diponegoro (Undip), Dr dr Budi Laksono MHSc.

Dokter Budi yang ikut mendampingi audiensi KPPI mengatakan, sanitasi di Semarang bagian utara masih kurang.

Menurutnya, kesadaran sanitasi di wilayah pesisir agak terlambat. Sanitasi yang sudah terbangun pun banyak yang rusak karena rob.

“Masalah sanitasi dapat menyebabkan penyakit tipes, diare, disentri, dan ini sudah terjadi,” ungkapnya.

Perwakilan Disperkim Kota Semarang, Aden mengatakan, pihaknya tidak bisa membantu pembangunan jamban di rumah-rumah.

Dinas hanya bisa membangun jamban yang berada di tempat publik. Seperti yang pihaknya lakukan di Kampung Tambaklorok, membangun MCK umum.

Sementara untuk perbaikan maupun pembangunan drainase bisa diusulkan. “Silakan langsung usulkan ke Bu Wali Kota, karena sekarang semua proposal tidak ke kami,” sarannya. (bhq)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.