Selasa, Juni 2, 2026

Dorong Ekonomi Desa, Wabup Dimas Katakan Koperasi Merah Putih Butuh Peran Semua Elemen

MELIHAT INDONESIA, PURBALINGGA – Di tengah semangat memperkuat ekonomi kerakyatan, Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, menyerukan kepada masyarakat agar turut ambil bagian dalam menyukseskan program Koperasi Merah Putih. Program ini merupakan gagasan nasional yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong kemandirian ekonomi di level akar rumput.

Dalam momen silaturahmi dan halalbihalal yang digelar di Pendapa Kecamatan Bojongsari pada Kamis (17/04/2025), Dimas menegaskan bahwa program tersebut tidak bisa berjalan sendiri. “Kita butuh gerakan bersama dari desa, kecamatan, hingga kabupaten. Koperasi Merah Putih adalah peluang besar yang harus kita sambut,” katanya.

Ia mengungkapkan, Koperasi Merah Putih bukan hanya sebatas unit usaha biasa. Lebih dari itu, koperasi ini diproyeksikan sebagai sentra ekonomi desa yang menyediakan berbagai layanan penting untuk masyarakat.

Koperasi ini akan mencakup distribusi sembako murah, layanan keuangan mikro, serta sarana pendukung ketahanan pangan seperti klinik dan apotek desa, cold storage, dan sistem logistik.

Dimas menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Purbalingga berkomitmen untuk mempercepat pelaksanaan program ini. Ia menyebut, peluncuran koperasi tahap pertama di wilayahnya akan dimulai dalam waktu dekat.

“Semester pertama tahun ini, Koperasi Merah Putih akan mulai kita wujudkan. Ini adalah momentum. Kita harus siap, gesit, dan saling dukung,” ujarnya di hadapan para kepala desa, tokoh perempuan, dan jajaran Forkopimcam Bojongsari.

Program ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal, sekaligus menjawab kebutuhan dasar masyarakat desa. Dengan begitu, desa bisa menjadi kekuatan utama dalam menciptakan Indonesia yang lebih mandiri dan kuat.

Dalam kesempatan tersebut, Dimas juga menyinggung tentang pentingnya membangun mental optimis dalam menerima dan menjalankan program-program strategis dari pemerintah pusat.

Menurutnya, inovasi seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) layak didukung karena menyasar kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

“Kalau ada program bagus, mari kita dukung. Lihat hasilnya, rasakan dampaknya, baru kita evaluasi. Jangan langsung ditolak sebelum dijalankan,” ujarnya penuh semangat.

Dimas meyakini, dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, tantangan-tantangan besar seperti ketahanan pangan dan kualitas hidup warga desa bisa diatasi secara nyata.

Di sisi lain, Camat Bojongsari, Tri Wahyu Dini Susanti, melaporkan bahwa hampir setengah desa di wilayahnya sudah masuk kategori desa mandiri, menunjukkan kemajuan yang signifikan.

Namun, ia mengingatkan bahwa masih ada persoalan besar yang perlu perhatian serius, salah satunya angka putus sekolah yang cukup tinggi. “Ada hampir 900 anak di Bojongsari yang tercatat tidak lagi melanjutkan sekolah,” jelas Dini.

Stunting juga menjadi isu krusial yang sedang ditangani. Ia menyebut, kerja sama lintas sektor sangat diperlukan agar masalah ini bisa dituntaskan.

Menurutnya, kehadiran Koperasi Merah Putih dan MBG menjadi angin segar untuk memperkuat program-program pembangunan manusia yang selama ini sudah berjalan.

Wakil Ketua TP PKK Purbalingga, Denita Dimas Prasetyahani, turut hadir dalam acara tersebut. Ia menekankan pentingnya peran perempuan dalam menyukseskan program-program pembangunan desa.

Denita mengajak organisasi wanita agar menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi sekaligus mendampingi masyarakat memahami manfaat koperasi.

Acara halalbihalal itu juga dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Asisten Pemerintahan dan Kesra Suroto, serta sejumlah kepala OPD dan kepala bagian di lingkungan Pemkab Purbalingga.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, para tokoh menyampaikan harapan agar sinergi pemerintah dan warga terus diperkuat demi mewujudkan visi besar menuju Indonesia Emas 2045.

Dimas mengingatkan, kunci suksesnya program sebesar Koperasi Merah Putih ada pada semangat gotong royong dan rasa memiliki yang kuat dari masyarakat.

Ia berharap, masyarakat Bojongsari menjadi pelopor suksesnya implementasi koperasi di tingkat kabupaten, sehingga bisa menjadi percontohan bagi wilayah lain.

Dengan semangat persatuan dan kolaborasi yang kokoh, ia yakin Purbalingga dapat menjadi salah satu kabupaten terdepan dalam gerakan pembangunan nasional berbasis desa. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.