Pergerakan pasar modal Indonesia sepanjang 2026 masih dibayangi tekanan besar. Arus dana asing yang keluar dari pasar saham terus berlanjut, dengan nilai penjualan bersih investor asing tercatat mencapai Rp89,95 triliun. Kondisi tersebut turut menekan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi hingga 31,49 persen secara year to date (YTD).
Tekanan jual kembali terjadi pada perdagangan Jumat (10/7/2026), ketika investor asing mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp284,90 miliar. Meski sejumlah indikator teknikal mulai memperlihatkan peluang perbaikan, investor masih memilih berhati-hati sambil mencermati sejumlah risiko yang dapat memengaruhi pasar.
Beberapa faktor yang menjadi perhatian pelaku pasar antara lain arah kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed, perkembangan konflik Amerika Serikat-Iran, hingga pelemahan nilai tukar rupiah yang berada di kisaran Rp18.000 per dolar AS.
Di tengah kondisi pasar yang penuh tekanan, pidato Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 sempat menjadi sorotan publik. Dalam pidatonya, Prabowo menanggapi pihak yang menilai masa depan Indonesia suram dengan meminta mereka mencari negara lain jika memang tidak memiliki keyakinan terhadap masa depan bangsa.
“Kalau ada yang merasa Indonesia tidak punya masa depan, silakan cari tempat lain. Tapi bagi kita yang percaya dengan Indonesia, mari kita bangun bersama-sama,” demikian pesan yang disampaikan Prabowo dalam pidatonya.
Prabowo juga mengajak masyarakat tetap menjaga persatuan, bergotong royong, serta memperkuat koperasi sebagai salah satu pilar kebangkitan ekonomi nasional.
Namun, pernyataan pejabat publik, terutama yang berkaitan dengan arah ekonomi dan masa depan negara, dinilai perlu disampaikan dengan penuh kehati-hatian. Pengendalian komunikasi di ruang publik menjadi penting agar tidak menimbulkan persepsi negatif dari berbagai pihak, baik masyarakat, mitra kerja sama, maupun investor.
Sebab, sentimen pasar tidak hanya dipengaruhi oleh data ekonomi, tetapi juga oleh kepercayaan dan persepsi terhadap stabilitas suatu negara. Pernyataan yang dianggap kontroversial berpotensi memengaruhi hubungan kerja sama maupun keyakinan investor dalam menanamkan modal di Indonesia.
Meski demikian, hingga kini belum terdapat bukti yang menunjukkan pelemahan IHSG dipengaruhi langsung oleh pidato Presiden Prabowo tersebut. Pergerakan pasar saham pada dasarnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi global, arus modal asing, kebijakan moneter, serta tingkat kepercayaan investor.
Dengan tekanan jual asing yang masih berlangsung, arah IHSG ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan sentimen global dan efektivitas kebijakan ekonomi dalam menjaga stabilitas pasar.