Rabu, Juni 3, 2026

Kronologi Dugaan Intervensi Wartawan dan Kapolrestabes Semarang kepada Keluarga Korban Penembakan

MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Keluarga korban penembakan polisi hingga tewas mengungkap kronologi intervensi yang dilalukan oknum wartawan bersama Kapolrestabes Semarang.

Agung selaku perwakilan keluarga Gamma korban penembakan bercerita, upaya intervensi terjadi Senin (25/11/2024) atau sehari pasca keluarga mendapat kabar tewasnya Gamma.

Agung bercerita, saat itu Kapolrestabes bersama rombongan mendatangi rumah Gamma di wilayah Semarang Barat untuk menyampaikan belasungkawa.

Dari rombongan itu, ada empat orang yang berbicara kepada keluarga Gamma. Yakni Kapolrestabes, Kasat Narkoba, Kasat Reskrim, dan seorang yang kelak diketahui wartawan.

Di hadapan pihak keluarga, wartawan dan Kapolrestabes memintanya untuk membuat video pernyataan bahwa keluarga Gamma mengikhlaskan kematian Gamma dan tidak akan memperbesar kasus penembakan.

Awalnya, permintaan membuat video pernyataan diutarakan wartawan.

“Pak ini untuk biar beritanya tidak menyebar ke mana-mana sebaiknya dari keluarga korban, membuat video pernyataan bahwa keluarga Gamma sudah mengikhlaskan kejadian ini, dan tidak akan membesar-besarkan masalah ini,” ucap Agung menirukan pernyataan wartawan.

Namun, Agung yang saat itu mewakili keluarga Gamma langsung menolak. Lantas, Kapolrestabes menimpali sembari mengulangi perkataan wartawan tadi.

Mereka tak terima Gamma disebut gangster dan harus menutup kasus itu dengan ikhlas.

Untuk kedua kalinya, Agung menegaskan menolak permintaan tersebut. “Saya harus rembugan dengan keluarga besar kami, saya nggak berani untuk memutuskan atau memberi pernyataan sendiri,” imbuhnya.

Agung mengaku masih ingat secara jelas ciri-ciri wartawan tersebut. Namun, ia tidak mengetahui nama medianya dan kebetulan saat itu tidak menanyakan.

“Orangnya putih, gemuk, gempal, kaos biru. Pokoknya dia wartawan, kita nggak menanyakan wartawan dari mana. Kita nggak berpikiran kalau ada wartawan,” jelasnya.

Belakangan, ia mengetahui wartawan tersebut bernama Damar.

“Namanya Damar, saya baru tahu itu namanya Damar dan itu dia pulangnya tuh duduknya sebelahnya Pak Kapolres, di sampingnya,” ungkapnya. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.