Sabtu, April 18, 2026

Percaya Ndak Kalau Gus Baha Masih Sering ke Pasar Tradisional? Ini Alasannya

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Jangan kaget kalau ketemu ulama alim alamah ini di pasar tradisional. Gus Baha, atau KH Ahmad Bahauddin Nursalim, bukan hanya dikenal karena ilmunya yang luas, tetapi juga karena kesederhanaan hidupnya. Meskipun memiliki reputasi sebagai ulama terkemuka di Indonesia, Gus Baha tetap rendah hati dan kerap terlihat di pasar atau naik bus untuk bepergian.

“Saya sampai sekarang itu setiap minggu teng pasar, ini ga usah ditiru ini kebiasaan saya sejak kecil selalu ke pasar,” ujar Gus Baha dikutip video di kanal YouTube @SantriHightech.

Kebiasaannya ini tidak hanya tentang memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga sebagai sarana untuk mencari ilmu. Gus Baha seringkali menekankan pentingnya menjalani hidup sederhana dan tetap terhubung dengan masyarakat. Bahkan sebagai figur publik yang dihormati, ia tetap menjalani kehidupan yang bersahaja, termasuk berbelanja di pasar dan menggunakan transportasi umum.

“Ini pelajaran betul buat saya, saya melihat pedagang dapat untung Rp2.000 seneng banget, Rp10.000 seneng banget. Kadang kene kiai dapat salam tempel Rp200 ribu kok gak syukur, ini saya sebagai kiai kadang malu sama pedagang di pasar,” kata Gus Baha. Ucapannya ini menunjukkan rasa syukur dan empatinya yang mendalam terhadap kehidupan orang lain, terutama mereka yang hidup sederhana.

Gus Baha mengungkapkan bahwa kebiasaannya naik bus bukan karena ingin menunjukkan sikap waro’i atau zuhud, melainkan karena kecintaannya terhadap ilmu.

“Kulo niku sampun dianggep kiai top, kulo mboten zuhud nopo waroi, Kulo namung seneng ilmu,” jelasnya. Baginya, ilmu bisa didapat dari mana saja, termasuk dari pedagang di pasar atau sesama penumpang di bus.

Kehadiran Gus Baha di pasar atau dalam perjalanan dengan bus umum menjadi inspirasi bagi banyak orang. Ia menunjukkan bahwa mencari ilmu tidak terbatas pada ruang dan waktu tertentu; ilmu bisa ditemukan di mana saja dan kapan saja, asalkan kita punya niat yang tulus untuk belajar. Sikapnya ini memberikan pelajaran bahwa kebijaksanaan tidak hanya datang dari buku atau institusi formal, tetapi juga dari pengalaman sehari-hari. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.