Minggu, Mei 31, 2026

Perjalanan Novi Citra Indriyati Sukatani, Dari Ruang Kelas ke Panggung Musik, Dipecat Gara-gara Ini

MELIHAT INDONESIA, PURBALINGGA – Nama Novi Citra Indriyati kini menjadi perbincangan hangat setelah perannya sebagai vokalis band Sukatani terungkap ke publik. Di balik panggung musik, siapa sangka ia adalah seorang guru sekolah dasar di sebuah lembaga pendidikan Islam? Namun, perjalanan kariernya kini dihadapkan pada babak baru setelah ia diberhentikan dari profesinya sebagai pengajar.

Sosok Guru yang Dikenang

Novi dikenal sebagai guru yang berdedikasi di SD IT Mutiara Hati, Purworejo, Purwareja Klampok, Banjarnegara, Jawa Tengah. Rekan-rekannya menggambarkan sosoknya sebagai pribadi yang bersemangat dalam mengajar dan dekat dengan para murid. Ia tidak hanya menyampaikan ilmu di dalam kelas, tetapi juga membimbing siswanya dengan penuh perhatian.

Namun, perjalanan Novi di dunia pendidikan berakhir pada Februari 2025. Keputusan pemberhentiannya dari sekolah tersebut memunculkan berbagai spekulasi, terutama setelah band yang dipimpinnya viral karena sebuah lagu yang dianggap menyinggung institusi tertentu.

Antara Musik dan Etika Profesi

Setelah viralnya lagu “Bayar Bayar Bayar,” banyak pihak mengaitkan pemecatan Novi dengan kontroversi tersebut. Namun, Kepala Sekolah SD IT Mutiara Hati, Eti Endarwati, menegaskan bahwa pemecatan Novi tidak terkait dengan lagu yang dibawakan band Sukatani.

Menurut Eti, Novi diberhentikan karena melanggar kode etik yang telah ditetapkan sekolah. Ia menyebutkan bahwa pelanggaran tersebut berkaitan dengan aturan berpakaian yang tidak sesuai dengan norma yang diterapkan di sekolah Islam tersebut.

“Ada aturan yang berlaku bagi seluruh tenaga pendidik di sekolah kami, salah satunya terkait dengan berpakaian sesuai syariat. Kami menemukan unggahan di media sosial yang menunjukkan adanya pelanggaran aturan tersebut,” jelas Eti.

Dari Topeng ke Sorotan Publik

Sejak awal kemunculannya, personel band Sukatani selalu mengenakan topeng untuk menyembunyikan identitas mereka. Namun, setelah video permintaan maaf mereka beredar, identitas Novi dan rekannya, Muhammad Syifa Al Lutfi, akhirnya terungkap. Alih-alih tenggelam dalam kontroversi, justru banyak publik yang memberikan dukungan atas perjuangan mereka dalam bermusik.

Dalam unggahan media sosial, Novi dan Syifa menegaskan bahwa mereka tetap berpegang teguh pada prinsip berkarya. Dukungan dari berbagai kalangan terus mengalir, membuat mereka semakin mantap melanjutkan perjalanan di dunia musik.

Jejak Akademik yang Berbicara

Tak hanya sebagai musisi dan guru, Novi juga dikenal memiliki pemikiran yang mendalam tentang pendidikan dan seni. Hal ini tercermin dalam skripsinya yang berjudul “Pengembangan Bakat Seni Musik Siswa Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Seni Musik di MI Negeri Purwokerto.” Penelitiannya menyoroti pentingnya pendidikan seni bagi anak-anak sejak dini, yang sejalan dengan profesinya sebagai pendidik.

Tak hanya itu, kutipan dalam skripsinya juga menarik perhatian publik. Salah satunya adalah moto yang ia tuliskan, terinspirasi dari penyair Wiji Thukul: “Keberanian itu butuh dilatih, bukan datang secara tiba-tiba seperti wahyu Tuhan.”

Tawaran Baru di Purbalingga

Setelah kehilangan pekerjaannya sebagai guru, nasib Novi sempat menjadi sorotan publik. Namun, angin segar datang dari Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, yang menawarkan posisi sebagai tenaga pendidik di daerahnya. Fahmi menyatakan kesiapannya untuk memberikan kesempatan bagi Novi jika ia bersedia kembali mengajar di Purbalingga.

“Kami dengan tangan terbuka siap menerima Mba Novi jika berkenan untuk mengabdi di Purbalingga. Kami siap memfasilitasi dan mensupport,” ungkap Fahmi.

Namun hingga kini, Novi belum memberikan keputusan terkait tawaran tersebut. Dalam unggahan band Sukatani, ia bersama rekannya justru menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pendukung yang telah memberikan semangat kepada mereka.

Melangkah ke Masa Depan

Terlepas dari kontroversi yang menghampirinya, perjalanan Novi tetap berlanjut. Dari ruang kelas ke panggung musik, ia telah menunjukkan dedikasi dan keberanian dalam mengekspresikan diri. Kini, publik menantikan langkah apa yang akan diambilnya selanjutnya, baik dalam dunia pendidikan maupun musik yang telah membentuk identitasnya. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.