Pengamat politik Rocky Gerung kembali melontarkan kritik tajam setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Dalam pandangannya, posisi Menteri Keuangan kerap disalahartikan sebagai motor utama ekonomi, padahal menurut Rocky, peran Menkeu lebih mirip “kasir” yang hanya mengelola hasil pertumbuhan dari sektor teknis.
“Pak Purbaya ini kasir. Sebagai kasir, dia mau mendorong mesin pertumbuhan. Tapi motor utamanya tetap kementerian teknis, seperti Perindustrian, Perdagangan, dan Pertanian,” ujar Rocky dalam Indonesia Leaders Talk yang tayang Jumat (12/9/2025).
Ia menilai kementerian teknis seharusnya menjadi penggerak utama pertumbuhan, namun ironisnya banyak diisi oleh politisi yang justru dipersepsikan publik sebagai “tukang copet”.
Kritik ini menyinggung adanya praktik tidak etis yang berpotensi menghambat kinerja ekonomi.
Rocky juga menilai tantangan terbesar Purbaya bukan sekadar soal fiskal, melainkan bagaimana ia mampu menghadapi kepentingan politik di kementerian teknis.
Menurutnya, Menkeu hanya bisa berhasil jika mampu memengaruhi arah kebijakan para menteri yang sebagian besar berasal dari partai politik.
“Pak Menteri datang dengan optimisme, publik menerimanya dengan pesimisme. Publik pesimis tapi rasional, sementara pemerintah optimis tapi irasional,” pungkasnya.
Sehari sebelum kritik Rocky muncul, Purbaya sempat lebih dulu menyinggung Rocky dalam forum GREAT Lecture bertajuk Transformasi Ekonomi Nasional: Pertumbuhan Inklusif Menuju 8 Persen di Jakarta.
Dengan nada santai, Purbaya menyindir Rocky yang sering meledek Presiden Jokowi.
Ia menampilkan grafik pertumbuhan ekonomi periode 2006–2025 untuk menunjukkan bagaimana intervensi Jokowi saat krisis pandemi membantu pemulihan ekonomi.
“Presiden Jokowi itu berjasa buat kita. Walaupun di sampingnya ada saya sih,” ucap Purbaya disambut tawa audiens.
Purbaya menjelaskan, pada 2020 ekonomi Indonesia sempat terpuruk hingga minus 15 persen.
Namun intervensi kebijakan yang mengandalkan dana bank sentral mampu memulihkan keadaan hingga 2023, meski kembali melemah di akhir tahun itu.
Ia menilai kondisi ekonomi yang sulit kerap memicu keresahan sosial dan mendorong masyarakat turun ke jalan.
Meski dikritik Rocky, Purbaya tetap optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 8 persen.
Ia menekankan bahwa angka itu bukan sekadar target, melainkan kebutuhan agar Indonesia bisa keluar dari jebakan pendapatan menengah.
Purbaya menilai pertumbuhan tidak bisa lagi hanya mengandalkan pemerintah, melainkan harus digerakkan bersama oleh sektor swasta yang selama ini dinilai belum maksimal.
“Sekarang waktunya mesin ekonomi negara dan swasta bergerak,” tegasnya.