Mantan Menpora Roy Suryo menilai mustahil seseorang bisa lulus dari UGM dalam waktu lima tahun dengan IPK sekitar 2,5.
Ia menyebut pernyataan Rektor UGM Ova Emilia soal IPK Presiden Jokowi justru memunculkan kebingungan baru dalam polemik ijazah.
Roy menilai masa studi lima tahun hanya mungkin dicapai bila IPK mahasiswa berada pada kisaran tiga ke atas.
Menurutnya, IPK 2,5 hanya memungkinkan pengambilan maksimal 18 SKS per semester sehingga total masa studi bisa lebih dari empat setengah tahun tanpa menghitung KKN dan skripsi.
Roy juga membandingkan dengan sejumlah akademisi Fakultas Kehutanan UGM yang masa studinya di atas lima tahun.
Ia mencontohkan nama seperti Hasanu Simon yang lulus tujuh tahun, San Afri Awang lebih dari lima tahun, dan Kasmudjo sekitar enam tahun.
Roy menegaskan bahwa capaian lima tahun dengan IPK di bawah 2,5 tidak masuk akal dan meminta agar kebohongan terkait polemik ini segera diungkap.