Selasa, Juni 2, 2026

Terkuak! Begini Modus Intimidasi terhadap Band Sukatani hingga Terpaksa Klarifikasi

MELIHAT INDONESIA, PURBALINGGA – Kelompok musik post-punk asal Purbalingga, Sukatani, akhirnya mengungkap tekanan yang mereka alami setelah lagu “Bayar Bayar Bayar” viral dan menuai kontroversi. Dalam sebuah pernyataan terbaru, mereka mengungkapkan bagaimana tekanan yang terus-menerus dari aparat memaksa mereka untuk membuat video permintaan maaf.

Tekanan Berhari-hari hingga Terpaksa Klarifikasi

Dalam unggahan di akun Instagram @sukatani.band pada Sabtu (1/3/2025), dua personel utama, Muhammad Syifa Al Lutfi dan Novi Citra Indriyati, mengungkap bahwa mereka mengalami tekanan intens sejak Juli 2024.

“Kami ingin mengabarkan bahwa kondisi kami baik, tetapi masih dalam tahap pemulihan setelah berbagai kejadian yang kami hadapi,” tulis mereka.

Sejak lagu “Bayar Bayar Bayar” menarik perhatian publik, berbagai tekanan muncul. Mereka mengaku diawasi secara tidak langsung, bahkan teman-teman mereka ikut diperiksa untuk mencari informasi keberadaan mereka.

Dihantui Intel dan Dipaksa Membuat Klarifikasi

Dilan, salah satu kru band, mengungkapkan bahwa personel Sukatani sempat merasa diburu setelah intelijen menelusuri keberadaan mereka melalui orang-orang terdekat.

“Mereka nggak langsung nyari ke personelnya, tapi lewat teman-teman. Bikin suasana seakan-akan sedang dicari-cari, itu yang bikin suasana makin mencekam,” ujar Dilan.

Ketegangan ini berujung pada video klarifikasi yang akhirnya mereka buat. Dalam video yang beredar, mereka menyampaikan permintaan maaf kepada Kapolri dan institusi Polri atas lirik lagu yang menyebut “bayar polisi”.

Tawaran Menjadi Duta Polisi Ditolak Mentah-mentah

Dalam keterangannya, Sukatani juga mengungkap bahwa mereka sempat ditawari untuk menjadi Duta Kepolisian oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Namun, tawaran ini mereka tolak dengan tegas.

“Kami menolak dengan tegas tawaran untuk menjadi Duta Kepolisian,” tulis mereka dalam unggahan tersebut.

Penolakan ini semakin menunjukkan bahwa mereka ingin tetap pada prinsip dan idealisme mereka sebagai musisi independen.

Lagu yang Menuai Kontroversi

Lagu “Bayar Bayar Bayar” yang dirilis pada 24 Juli 2023 dalam album Gelap Gempita menjadi viral setelah menyebut secara gamblang tentang pungutan liar oleh aparat. Kontroversi ini membuat mereka terpaksa menghapus lagu tersebut dari berbagai platform digital.

Dalam video klarifikasi, dua personel band, Alectroguy dan Twister Angel, untuk pertama kalinya membuka identitas mereka ke publik.

“Kami memohon maaf kepada Kapolri dan institusi Polri atas lagu kami yang sempat viral dan menimbulkan kesalahpahaman,” ujar Syifa dalam video tersebut.

Mereka pun meminta masyarakat untuk berhenti menyebarluaskan lagu tersebut di media sosial.

Kasus yang Memantik Perhatian Publik

Kasus tekanan terhadap band Sukatani ini memicu diskusi luas tentang kebebasan berekspresi di Indonesia. Banyak yang menilai bahwa penyelesaian konflik semacam ini tidak seharusnya dilakukan dengan intimidasi.

Kini, dengan dukungan publik, Sukatani mulai bangkit dan menata kembali perjalanan mereka sebagai musisi independen. Meski menghadapi tantangan besar, mereka tetap bertahan dengan prinsip yang mereka pegang sejak awal. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.