Rabu, Mei 27, 2026

4 Hari Tak Makan, Warga Aceh Tamiang Terpaksa Minum Air Banjir untuk Bertahan Hidup

Warga terdampak banjir bandang dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang masih belum menerima bantuan apa pun hingga Selasa (2/12), membuat kondisi mereka semakin memprihatinkan. Salah satu warga yang juga jurnalis Transmedia, Irwan, mengaku dirinya dan warga lain tidak makan selama empat hari terakhir.

“Kami sudah 3-4 hari belum makan. Kalau mengenai bantuan sama sekali kami belum ada menerima. Apapun bantuan kami belum ada terima,” ujarnya.

Irwan menyebut warga terpaksa bertahan hidup dengan memakan sisa makanan yang terbawa arus banjir, termasuk mie instan yang sudah basah.

“Kami ambil seperti Indomie yang sudah basah. Kami panasi, kami rebus, kami makan,” katanya.

Lebih memprihatinkan, krisis air bersih memaksa warga mengolah air banjir untuk minum.

“Kami sangat kehausan, untuk bertahan hidup, kami harus ambil air minum dari banjir itu. Kami panasi, kami minum bersama keluarga,” ungkap Irwan.

Ia menjelaskan bahwa beberapa hari sebelumnya masih ada swalayan yang berjualan, namun kini seluruh persediaan sudah habis. Hingga saat ini warga belum melihat kehadiran Bupati Aceh Tamiang di lokasi.

Irwan mengatakan Kapolda Aceh sempat datang membawa bantuan, tetapi tidak semua warga menerimanya.

“Karena ini menyeluruh di Aceh Tamiang yang terkena, yang berdampak banjir ini,” tuturnya.

Kondisi darurat ini membuat ribuan warga Aceh Tamiang kini bertahan tanpa kepastian kapan bantuan akan benar-benar tiba.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.