MELIHAT INDONESIA – Buya Yahya, Pengasuh Lembaga Pengembangan Da’wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah yang berpusat di Cirebon sekaligus ulama kharismatik terkenal di Indonesia, menyentil para pengusaha yang tidak mampu mengatur waktu mereka. Dalam ceramahnya, Buya Yahya menyoroti fenomena di mana semakin banyak orang yang meraih kekayaan, tetapi justru semakin sulit mengatur waktu untuk kegiatan spiritual.
“Saat Anda semakin kaya, lihatlah, mobil punya sopir sendiri, tukang masak sudah ada, kan? Mestinya ibadah dan ngaji Anda semakin gampang,” ujar Buya Yahya. Menurutnya, dengan segala fasilitas yang dimiliki, tidak seharusnya seseorang malah kesulitan menyempatkan waktu untuk kegiatan keagamaan.
Buya Yahya menegaskan, “Sopir ada, tukang masak ada, tukang bersih rumah ada. Cuman hari ini yang terjadi, semakin mulai kaya, semakin susah ngaji. Anda jangan seperti itu.” Ia mengingatkan bahwa seiring bertambahnya kekayaan, sering kali muncul berbagai alasan yang membuat seseorang semakin jauh dari kegiatan spiritual.
“Sebab semakin banyak duit, semakin alasannya macam-macam. Wah ada rapat lah. Bos kok atur rapat di waktunya enggak ngaji?” katanya. Menurutnya, seorang pemimpin atau bos seharusnya bisa mengatur waktu dengan baik, termasuk waktu untuk beribadah.
Buya Yahya memberikan contoh konkret, jika perlu, seseorang bisa mengatur waktu ibadah pada jam 12 malam sekalipun. “Kalau perlu jam 12 malam nanti, jangan ganggu pengajian saya. Begitu kan katanya Bos. Bos kok enggak bisa ngatur?” ujarnya, dengan nada menekan.
Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesibukan duniawi dan spiritual. “Bagaimana kata sudah naik nih ekonomi Anda, ekonomi Anda kok malah menjadi budaknya. Budak kesibukan,” katanya. Menurutnya, seharusnya semakin orang kaya, semakin bisa mengatur waktu, termasuk waktu untuk tahajud.
“Semakin orang kaya, semakin bisa ngatur waktu. Tahajud kuat, ini jam aku harus istirahat. No bicara bisnis aku waktu ngaji, jangan ganggu,” tegasnya. Dengan manajemen waktu yang baik, seorang pengusaha atau bos seharusnya bisa mengatur semua kegiatannya tanpa mengesampingkan ibadah.
Dengan konsistensi, tidak ada alasan untuk menunda-nunda waktu ibadah hanya karena urusan bisnis. Menurut Buya Yahya, keseimbangan antara kehidupan dunia dan spiritual tidak hanya membuat seseorang lebih tenang, tetapi juga meningkatkan produktivitas.
Ia mengajak para pengusaha untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin, termasuk untuk kegiatan spiritual. Buya Yahya menekankan bahwa kegiatan bisnis dan ibadah bisa berjalan beriringan dengan manajemen waktu yang baik.
Sebagai penutup, Buya Yahya mengajak para pendengar untuk tetap berpegang pada prinsip-prinsip agama meskipun telah mencapai kesuksesan. Ia kembali menekankan bahwa kegiatan bisnis dan ibadah bisa berjalan beriringan dengan manajemen waktu yang baik (**)