Kamis, Juni 4, 2026

Bandara Dhoho Resmi Beroperasi, Mas Dhito Ajak Pelaku Kreatif Tembus Pasar Nasional Lewat Batik Lokal

Beroperasinya Bandara Internasional Dhoho membuat ramai Kabupaten Kediri dengan jadwal keberangkatan warga yang menggunakan transportasi jalur udara tersebut. Selain itu UMKM hingga potensi daerah Kabupaten Kediri turut didorong demi memaksimalkan pendapatan daerah sekaligus mengenalkan produk lokal ke dunia luar.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mendorong para pelaku industri kreatif di Kabupaten Kediri untuk memanfaatkan peluang besar dari beroperasinya Bandara Internasional Dhoho Kediri.

Ia menilai, bandara tersebut akan menjadi pintu masuk bagi banyak orang luar daerah dan dapat membuka ruang promosi lebih luas bagi produk lokal.

“Ini menjadi kesempatan, tidak hanya dari Kabupaten Kediri, tapi bisa juga kolaborasi dengan kabupaten/kota lain,” kata Mas Dhito dalam acara pengukuhan pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kediri periode 2025–2030 di Convention Hall, Selasa (11/11/2025).

Mas Dhito juga menekankan pentingnya menjaga kualitas dan nilai filosofis dari karya batik lokal. Ia mengingatkan bahwa setiap motif batik memiliki makna yang harus dipertahankan agar tidak kehilangan ciri khasnya.

“Sekarang sudah mulai rapi motifnya, dan ini tolong dipertahankan, karena setiap motif itu punya makna, punya filosofi, motif itu pula pasti akan dilihat sama pembeli,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Eriani Annisa Hanindhito kembali dikukuhkan sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Kediri periode 2025–2030. Usai acara pengukuhan, digelar pula Kediri Fashion Batik Festival (KFBF) 2025 yang mengusung tema Trinayana Khadiri.

Mas Dhito berharap pengurus Dekranasda yang baru dapat terus memperkuat peran organisasi dalam menggerakkan ekonomi daerah.

“Pengurus Dekranasda periode 2025–2030 yang telah dikukuhkan hari ini semoga semakin solid dan bisa memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kediri,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak yang turut hadir memberikan apresiasi terhadap keindahan dan kekayaan motif batik dari berbagai daerah, termasuk Kediri.

“Dari semua keindahan, dari semua peninggalan dan filosofi yang lahir menjadi tugas kita untuk melestarikan,” ucap Arumi.

Ia juga menilai gelaran KFBF 2025 menjadi langkah positif untuk menarik minat generasi muda agar lebih bangga mengenakan batik sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.