Senin, Mei 25, 2026

Kemiskinan di Klaten Turun 12 Ribu Jiwa, Pemerintah Fokus Genjot Pertumbuhan Ekonomi 2026

Penurunan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Klaten pada tahun 2025 menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Klaten, tingkat kemiskinan kembali bergerak turun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ekonomi masyarakat yang membaik disebut menjadi salah satu pendorong utama tren tersebut.

Pada Maret 2025, tercatat 129.680 penduduk atau 11 persen masuk kategori miskin. Angka ini turun 12.160 jiwa atau 1,04 persen dibandingkan periode Maret 2024 yang berjumlah 141.840 jiwa.

Meski demikian, garis kemiskinan mengalami peningkatan dari Rp505.826 menjadi Rp533.141 per kapita per bulan, menandakan adanya kenaikan standar kebutuhan minimum.

Beberapa indikator kemiskinan lainnya juga mengalami perubahan. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) naik tipis menjadi 1,63, sementara Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) turut meningkat menjadi 0,38.

Kondisi ini mencerminkan bahwa meski jumlah warga miskin turun, sebagian yang tersisa masih menghadapi tantangan ekonomi yang cukup berat.

Kepala Bapperida Klaten, Pandu Wirabangsa, menyebut penurunan angka kemiskinan tidak terjadi begitu saja.
“Secara makro itu bisa dipengaruhi berbagai faktor. Dimulai dari angka miskin ekstrem yang juga lebih turun.

Menurunnya angka kemiskinan ini biasanya selaras antara pertumbuhan ekonomi serta penurunan tingkat pengangguran terbuka,” jelas Pandu saat berbincang dengan Espos, Rabu (12/11/2025).

Pandu menambahkan bahwa pola konsumsi masyarakat turut menjadi indikator penting dalam mengukur kemiskinan.

“Ini berkaitan dengan yang diukur kan memang belanja masyarakat, pengeluaran. Nah, bagaimana menghitung pengeluaran otomatis mungkin ekonominya akan membaik,” ujar Pandu.

Menurutnya, intervensi pemerintah daerah berperan besar dalam menopang perbaikan ekonomi warga.

“Ada beberapa pelatihan, kemudian ada program bantuan sosial ke masyarakat. Di sisi lain kebijakan yang terkait pertanian, ketahanan pangan, harga gabah kan juga relatif lebih baik. Itu juga berpengaruh terhadap daya beli masyarakat maupun pengeluaran per kapita masyarakat,” kata Pandu.

Memasuki tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Klaten menyiapkan strategi baru dengan menitikberatkan pada peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Fokusnya meliputi dorongan investasi, penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan, hingga pengembangan sektor pariwisata.

Pandu menyampaikan bahwa upaya tersebut selaras dengan rencana Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, yang mendorong hadirnya lebih banyak event untuk menggerakkan ekonomi lokal.

“Kemudian beberapa yang diharapkan yakni ada sinergitas terkait dengan beberapa program dari pusat seperti Koperasi Desa Merah Putih, program MBG [Makan Bergizi Gratis] juga,” papar Pandu.

Dengan kombinasi program ekonomi, sosial, dan peningkatan kualitas sektor pertanian, Pemkab Klaten menargetkan tren penurunan kemiskinan dapat terus terjaga pada tahun-tahun mendatang.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.