Senin, Mei 25, 2026

Ironi dan Kontroversi Pahlawan Bencana: Gajah Sumatera Dikerahkan Angkut Kayu Gelondongan di Pidie Jaya

Upaya pemulihan pasca-banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, yang dimulai pada Senin, 8 Desember 2025, mendapat sorotan tajam setelah tim gabungan memutuskan mengerahkan beberapa ekor gajah Sumatera untuk membantu membersihkan tumpukan kayu gelondongan yang menimbun permukiman warga di Meureudu.

Dilansir dari Instagram undercover.id, Pengerahan satwa ini guna mempercepat proses pembersihan material sisa banjir bandang, terutama kayu-kayu gelondongan, yang menutupi kawasan permukiman warga.

Meskipun efektivitas kekuatan gajah dalam memindahkan kayu-kayu besar diakui, langkah ini segera menimbulkan perdebatan dan keprihatinan luas dari warganet di

Banyak warganet menyoroti ironi situasi ini dengan melontarkan komentar yang merefleksikan asumsi publik bahwa perusakan lingkungan menyebabkan bencana dan penumpukan kayu, namun satwa alam (gajah) justru yang harus membersihkan kekacauan tersebut.

“kau yg ngerusak.., aku yg bersihkan…???”. tulis akun slamet_0233 dalam kolom komentar pada postingan tersebut

Kekhawatiran juga muncul mengenai beban kerja yang dipikul satwa dilindungi ini. Seorang warganet menyampaikan rasa simpati dan bertanya-tanya apakah gajah-gajah tersebut tidak kelelahan karena digunakan sebagai

Peringatan serius juga datang dari warganet mengenai aspek fisik penggunaan gajah, mengingat struktur tubuh mereka tidak dirancang untuk membawa beban.

Pengerahan gajah Sumatera di Pidie Jaya, secara bersamaan telah membuka diskursus penting mengenai tanggung jawab lingkungan dan kesejahteraan satwa di tengah upaya pemulihan pasca-bencana.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.