Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya gotong royong dalam mempercepat penanganan dan pemulihan pascabencana di Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
Penegasan tersebut disampaikan Gibran saat berdialog langsung dengan warga di Posko Pengungsian Balai Latihan Kerja Desa Kampung Gumpang Lempuh, Kecamatan Putri Betung.
Gibran menyatakan penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
Ia menekankan perlunya kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BUMN, serta berbagai pihak terkait lainnya.
Gibran meminta agar warga terdampak bencana benar-benar menjadi prioritas dalam seluruh proses penanganan.
Dalam dialog tersebut, Gibran juga menyinggung berbagai kendala infrastruktur yang menghambat distribusi bantuan.
Ia menyebut puluhan jembatan terputus sehingga berdampak pada kelancaran distribusi logistik dan bahan bakar minyak.
Menurut Gibran, terdapat sekitar 95 jembatan yang rusak dan menjadi pekerjaan rumah pemerintah pusat untuk segera diperbaiki.
Ia menjelaskan perbaikan jembatan penting agar arus sembako, logistik, dan BBM dapat kembali lancar.
Gibran menegaskan pemerintah pusat melalui kementerian terkait dan BUMN terus bergerak memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Ia menyebut percepatan pemulihan pasokan listrik, BBM, dan logistik menjadi perhatian utama pemerintah.
Selain infrastruktur, Gibran meminta penanganan khusus bagi kelompok rentan di pengungsian.
Kelompok yang diprioritaskan meliputi lansia, ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak-anak.
Gibran menegaskan jangan sampai kelompok rentan mengalami gangguan kesehatan atau kekurangan makanan dan bantuan.
Ia meminta seluruh pihak memastikan layanan kesehatan dan distribusi bantuan berjalan merata.
Gibran menyampaikan pemerintah pusat bergerak atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menegaskan pemerintah berkomitmen memastikan pemulihan bencana berjalan cepat dan menyeluruh melalui koordinasi lintas sektor.
Gibran menyatakan penyaluran bantuan akan diupayakan melalui jalur darat, laut, maupun udara.
Ia menegaskan masyarakat Aceh dan Sumatra tidak sendirian menghadapi musibah ini.