Selasa, Mei 26, 2026

Bahlil Akan Pangkas Produksi Nikel dan Batu Bara! Mengapa?

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah akan memangkas target produksi nikel dan batu bara pada tahun 2026.

Kebijakan tersebut akan dituangkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya atau RKAB tahun 2026.

Bahlil menjelaskan, pemangkasan produksi dilakukan untuk mengatur keseimbangan pasokan dan permintaan agar harga komoditas kembali naik.

Ia menegaskan kebijakan ini tidak hanya berlaku untuk nikel, tetapi juga untuk batu bara.

Bahlil mengungkapkan harga batu bara global saat ini mengalami penurunan signifikan akibat pasokan yang terlalu besar di pasar.

Ia menyebut total batu bara yang diperdagangkan di pasar global mencapai sekitar 1,3 miliar ton.

Dari jumlah tersebut, Indonesia menyuplai sekitar 500 hingga 600 juta ton atau hampir setengah dari total pasokan dunia.

Menurut Bahlil, tingginya kontribusi Indonesia dalam pasokan global menjadi salah satu faktor utama anjloknya harga batu bara.

Harga acuan batu bara tercatat terus melemah sejak November dan sempat turun hingga ke level 98,26 dolar AS per ton.

Padahal pada akhir 2024, harga batu bara masih berada di kisaran 114,43 dolar AS per ton.

Bahlil menegaskan pemerintah juga akan memperketat pengawasan terhadap perusahaan tambang yang tidak mematuhi aturan.

Ia menyebut RKAB perusahaan yang melanggar ketentuan berpotensi ditinjau ulang sebagai bagian dari kebijakan pengendalian produksi.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.