Keraguan publik terhadap keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali meningkat meski klarifikasi resmi telah berulang kali disampaikan.
Hasil survei terbaru Media Survei Nasional atau Median menunjukkan kelompok masyarakat yang meyakini ijazah Jokowi palsu melonjak hingga 21,0 persen.
Survei tersebut dirilis pada Selasa, 20 Januari 2026, dan memotret pergeseran persepsi publik dalam enam bulan terakhir.
Direktur Eksekutif Median Rico Marbun menyampaikan mayoritas responden masih percaya ijazah Jokowi asli.
Sebanyak 51,1 persen responden menyatakan yakin ijazah Jokowi asli.
Sementara itu, 21,0 persen responden menyatakan percaya ijazah Jokowi tidak asli atau palsu.
Adapun 27,9 persen responden lainnya mengaku tidak tahu atau merasa belum memiliki cukup informasi.
Rico menjelaskan, dibandingkan survei Juli 2025, terjadi penurunan tingkat kepercayaan publik terhadap keaslian ijazah Jokowi.
Pada Juli 2025, sebanyak 55,5 persen responden menyatakan percaya ijazah Jokowi asli.
Sementara responden yang meragukan keaslian ijazah Jokowi pada periode tersebut berada di angka 14,4 persen.
Rico menilai lonjakan keraguan ini menunjukkan isu ijazah Jokowi belum sepenuhnya mereda di ruang publik.
Ia menyebut narasi dan kontra-narasi di media sosial berpengaruh besar terhadap pembentukan opini masyarakat.
Kelompok yang percaya ijazah Jokowi asli umumnya merujuk pada verifikasi resmi Universitas Gadjah Mada.
Sebanyak 9,7 persen responden menyatakan keyakinannya berdasarkan pernyataan UGM.
Di sisi lain, kelompok yang meyakini ijazah Jokowi palsu menyebut tidak adanya bukti yang bisa diakses publik sebagai alasan utama.
Sebanyak 7,4 persen responden menyatakan ketidakpercayaan karena merasa bukti keaslian belum diyakini secara terbuka.
Survei ini dilakukan pada 9 hingga 13 Januari 2026 dengan melibatkan 1.000 responden pengguna aktif media sosial di 38 provinsi.