Selasa, Mei 26, 2026

Agus Setyawan: Temanggung Jadi Pilar Kekuatan Kopi Jawa Tengah

Bupati Temanggung Agus Setyawan menegaskan posisi strategis Kabupaten Temanggung dalam industri kopi Jawa Tengah.

Lebih dari 80.000 warga terlibat langsung dalam rantai usaha perkopian, mulai dari budidaya, pascapanen, pengolahan hingga pemasaran.

Hal itu disampaikan saat menerima kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Kepahiang ke Temanggung untuk mempelajari pengembangan usaha kopi berbasis petani.

Untuk kopi arabika, Temanggung memiliki luas kebun sekitar 1.725,38 hektare yang tersebar di 13 kecamatan, seperti Kledung, Ngadirejo, Wonoboyo, Bansari, Tretep, hingga Bejen.

Arabika Temanggung dikenal bercita rasa kompleks dan manis, dengan tingkat keasaman tinggi, aroma floral dan fruity, bahkan sebagian memiliki karakter aroma tembakau.

Kopi ini tumbuh optimal di ketinggian 600–2.000 meter di atas permukaan laut dan menyumbang sekitar 32 persen produksi arabika Jawa Tengah.

Sementara itu, kopi robusta di Temanggung memiliki luas kebun mencapai 12.207,25 hektare yang tersebar di 19 kecamatan.

Robusta Temanggung berciri rasa kuat dan pahit, aroma aren dan cokelat, kadar kafein lebih tinggi, serta lebih tahan terhadap cuaca dan hama.

Tumbuh optimal pada ketinggian 400–800 meter di atas permukaan laut, kontribusinya mencapai sekitar 43 persen dari total produksi robusta Jawa Tengah.

Agus menegaskan, pengembangan kopi tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga peningkatan kualitas, penguatan kelembagaan petani, pengolahan pascapanen, hilirisasi, akses pasar, hingga penguatan branding daerah.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.