Hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali menjadi bahan perbincangan. Meski keduanya belum pernah menyampaikan pernyataan yang menunjukkan adanya keretakan, sejumlah dinamika politik belakangan memunculkan spekulasi mengenai arah hubungan kedua tokoh tersebut.
Sorotan muncul dari beberapa peristiwa yang dinilai sebagian pengamat dan warganet sebagai sinyal politik. Di antaranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka beberapa kali tidak menjadi figur utama dalam agenda-agenda strategis pemerintah. Dalam sejumlah kesempatan, Gibran juga tidak terlihat duduk berdampingan dengan Presiden Prabowo pada acara kenegaraan tertentu. Selain itu, pada isu-isu besar seperti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), polemik di Kejaksaan Agung, hingga berbagai persoalan nasional lainnya, perhatian publik lebih banyak tertuju pada Presiden Prabowo dan para menteri terkait, sementara peran Gibran dinilai tidak terlalu menonjol.
Di sisi lain, Jokowi juga mulai kembali aktif melakukan kunjungan ke berbagai daerah dan bertemu masyarakat. Aktivitas tersebut memunculkan beragam tafsir di ruang publik, termasuk anggapan bahwa mantan presiden itu tengah menjaga pengaruh politiknya pasca tidak lagi menjabat. Di saat yang sama, sebagian warganet juga menyoroti minimnya pernyataan terbuka dari elite maupun kader PSI yang secara eksplisit memberikan pembelaan atau dukungan terhadap sejumlah kebijakan Presiden Prabowo.
Meski demikian, hingga kini belum ada bukti atau pernyataan resmi yang mengonfirmasi adanya keretakan hubungan antara Jokowi dan Prabowo. Semua dinamika tersebut masih berada pada ranah pengamatan dan analisis politik, sementara kedua tokoh tetap menunjukkan hubungan yang baik dalam berbagai agenda resmi kenegaraan.