Senin, Mei 25, 2026

AHY Siap Terbang ke China Bahas Utang Kereta Cepat?

Pemerintah terus berupaya mencari solusi terbaik dalam penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh. Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan bahwa segala langkah harus melalui pembahasan matang, termasuk kemungkinan dirinya akan berangkat ke China untuk melakukan negosiasi.

“Saya lihat situasi dulu. Ini harus kita bahas dengan rapi dulu semuanya,” ujar AHY di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (3/11/2025).

Hari ini, AHY bersama sejumlah pejabat terkait, seperti CEO Danantara Rosan Roeslani dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, mengikuti rapat khusus membahas langkah penyelesaian utang proyek strategis tersebut.

Sebelumnya, kabar rencana negosiasi ke China diungkapkan oleh Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. Ia menyebut bahwa pemerintah telah menyiapkan tim negosiasi yang akan berangkat ke Negeri Tirai Bambu dan telah berkoordinasi langsung dengan AHY.

“Kita sudah mengatur waktu. Kita sudah diskusikan juga dengan Menko Infrastruktur untuk segera kita negosiasikan. Hubungan kita (dengan China) juga bagus, komunikasi bagus,” tutur Dony.

Tim tersebut, lanjut Dony, akan terdiri dari perwakilan pemerintah dan Danantara. Ia optimistis, upaya diplomasi ini akan menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan kedua pihak dan tetap menjaga kepentingan nasional.

“Sebetulnya kita akan mencari opsi terbaik yang belum tentu pake itu, dan kami mengikuti saja arahan pemerintah. Toh, Danantara sebetulnya yang paling penting bagaimana beroperasi dengan baik,” tutupnya.

Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menata kembali pembiayaan proyek besar yang menjadi simbol kemajuan transportasi nasional, sekaligus menjaga komitmen terhadap efisiensi dan kemandirian pembangunan infrastruktur Indonesia.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.