Rabu, Juli 8, 2026

Ambisi Besar MBG: Makanan Bintang 5 Harga Tetap Rp10 Ribu

Upaya meningkatkan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus didorong pemerintah melalui berbagai inovasi. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menekankan pentingnya pengembangan menu agar program tersebut tidak hanya terjangkau, tetapi juga memiliki kualitas tinggi.

Menurut Dadan, kolaborasi antara ahli gizi dan koki profesional menjadi kunci untuk menciptakan menu MBG yang memenuhi standar nutrisi sekaligus memiliki cita rasa dan kualitas setara hidangan kelas atas.

“Saya berharap suatu hari keluar inovasi-inovasi makanan dari ahli gizi dan chef-chef profesional sehingga akan keluar khas Program Makan Bergizi yang kualitasnya sekelas bintang 5 tapi harganya harga Program MBG dengan bahan baku Rp10.000,” kata Dadan melalui keterangannya dikutip Kamis (19/3/2026).

Ia menjelaskan, inovasi menjadi semakin penting terutama selama bulan Ramadan. Hal ini karena makanan yang disajikan tidak hanya dituntut bergizi dan segar, tetapi juga harus memiliki daya tahan yang lebih lama.

“Inovasi produk ini penting terutama terkait dengan program selama bulan Ramadan, di mana kita membutuhkan makanan yang berkualitas tinggi, fresh, tapi tahan lama. Nah ini tantangannya,” tutur Dadan.

Selain mendorong inovasi, Dadan juga menyoroti pertumbuhan pesat jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam setahun terakhir. Ia menyebutkan bahwa pada Ramadan 2025 jumlah SPPG masih sekitar 1.000 unit, sementara saat ini telah meningkat signifikan menjadi 25.000 unit yang tersebar di seluruh Indonesia.

Namun, peningkatan jumlah tersebut turut membawa tantangan dalam menjaga kualitas layanan. Dadan juga menyinggung adanya penutupan sementara 62 SPPG setelah ditemukan penyajian menu MBG yang tidak sesuai standar.

Meski demikian, ia menilai jumlah tersebut masih relatif kecil jika dibandingkan dengan total unit yang beroperasi.

“Jadi kalau ada 62 yang membuat viral menjadi sesuatu yang luar biasa dari 25.000, jadi kalau dihitung secara persentasi sebetulnya kecil tetapi itulah yang kemudian dilihat oleh masyarakat,” imbuhnya.

Dadan memastikan bahwa evaluasi dan perbaikan akan terus dilakukan secara internal. Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan seluruh SPPG terhadap petunjuk teknis dan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

“Kita patut terus melakukan perbaikan ke dalam supaya kualitas merata dan tidak ada satu pun SPPG yang menyimpang dari juknis dan SOP yang ditetapkan,” pungkas Dadan.

Pemerintah pun menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas Program MBG agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di seluruh Indonesia.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.