Selasa, Mei 26, 2026

Bawa Kesenian Jaran Kepang, Bupati Agus Setyawan Lolos Final Anugerah PWI 2026

Komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pemajuan kebudayaan kembali memperoleh pengakuan di tingkat nasional. Bupati Temanggung Agus Setyawan terpilih sebagai salah satu nominator Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Tahun 2026.

Dari sejumlah usulan yang masuk, ia menjadi bagian dari sepuluh kepala daerah yang lolos ke babak presentasi sebagai tahapan akhir penilaian penghargaan tersebut.

Pengumuman nominasi disampaikan oleh PWI Pusat bertepatan dengan perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026. Momentum ini sekaligus menandai dimulainya tahapan akhir seleksi bagi para kepala daerah yang dinilai memiliki komitmen dan program kebudayaan dengan dampak nyata bagi masyarakat.

Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, mengungkapkan bahwa sepuluh bupati dan wali kota tersebut terpilih setelah Dewan Juri melakukan penilaian mendalam terhadap proposal yang diajukan oleh masing-masing daerah.

Menurutnya, berkas proposal yang dinilai bersifat sangat komprehensif. Materi penilaian mencakup video pendukung, dokumen pokok pemajuan kebudayaan daerah, peraturan daerah, tautan pemberitaan media, hingga dokumentasi foto kegiatan. Total kelengkapan berkas tersebut bahkan dapat mencapai puluhan hingga ratusan halaman.

“Guna memastikan kebenaran dan dampak nyata dari program kebudayaan yang diajukan, para kepala daerah diundang melakukan presentasi langsung di PWI Pusat. Presentasi dijadwalkan berlangsung pada 8–9 Januari 2026 mendatang,” jelasnya.

Tahapan presentasi nantinya akan dinilai langsung oleh Dewan Juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 yang terdiri dari lima tokoh pers dan seni budaya nasional, yakni Dr. Nungki Kusumastuti, Agus Dermawan T, Sudjiwo Tejo, Akhmad Munir, dan Yusuf Susilo Hartono.

Sepuluh kepala daerah yang lolos nominasi terdiri atas tiga wali kota dan tujuh bupati. Untuk kategori wali kota yakni Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wali Kota Samarinda Andi Harun, serta Wali Kota Mataram Mohan Roliskan.

Sementara tujuh bupati yang masuk nominasi adalah Bupati Lampung Utara Harmartoni Ahadis, Bupati Temanggung Agus Setiawan, Bupati Manggarai Heribertus Geradus Laju Nabit, Bupati Blora Arief Rohman, Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita, Bupati Manokwari Hermus Indou, serta Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis.

“Penilaian meliputi penguasaan materi, gaya dan teknik presentasi, serta kelengkapan sarana pendukung. Kepala daerah boleh membawa rombongan, namun tidak diperkenankan membantu presentasi,” kata Yusuf.

Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 mengangkat tema Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan Berbasis Media dan Pers. Dewan juri menaruh perhatian pada aspek inovasi program kebudayaan serta dampaknya bagi masyarakat, baik di tingkat lokal, nasional, hingga global.

Anugerah Kebudayaan PWI Pusat sendiri telah diselenggarakan sejak Hari Pers Nasional 2016 di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sejumlah kepala daerah penerima penghargaan pada tahun-tahun sebelumnya antara lain Dedi Mulyadi, Abdullah Azwar Anas, dan Eri Cahyadi.

Memasuki tahun ke-10 penyelenggaraan, PWI Pusat juga menambahkan kategori rintisan “Wartawan dan Komunitas” untuk mengapresiasi kiprah jurnalis serta komunitas seni budaya yang berkontribusi secara berkelanjutan.

“Puncak penganugerahan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 akan dilaksanakan pada peringatan Hari Pers Nasional di Banten, 9 Februari 2026,” pungkasnya.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.