MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Keputusan University of Pennsylvania untuk memberikan beasiswa kepada Erina Gudono, istri Kaesang Pangarep, menimbulkan perdebatan di kalangan publik Indonesia. Beberapa media asing turut menyoroti isu ini, menyoroti tanggapan warganet dan kritik terhadap latar belakang istimewa Erina.
The Daily Pennsylvanian dan Reaksi Publik Indonesia
The Daily Pennsylvanian, salah satu media berita yang berbasis di Amerika Serikat, mengulas reaksi publik terkait beasiswa ini. Dalam artikelnya yang terbit pada 15 September 2024, media tersebut mengutip berbagai komentar warganet Indonesia yang meminta agar beasiswa Erina dicabut. Kritik terutama datang dari mereka yang merasa bahwa kehidupan mewah Erina tidak sejalan dengan semangat beasiswa yang seharusnya diberikan kepada individu dengan latar belakang ekonomi lebih rendah. Tak hanya itu, kampanye email massal juga dilaporkan terjadi, di mana banyak orang menuntut agar University of Pennsylvania meninjau ulang keputusannya.
Patricia Kusumaningtyas, lulusan Columbia University, menyuarakan pendapatnya dengan menggarisbawahi ketidakaktifan Erina terhadap isu-isu politik di Indonesia. Ia menyebut Erina “tuli” terhadap situasi sosial dan politik di tanah air, terutama saat terjadi protes besar terkait keputusan pengadilan tinggi Indonesia yang memicu banyak kerusuhan. Menurut Patricia, sikap pasif Erina ini tidak pantas di tengah berbagai protes yang melibatkan banyak pihak.
Sorotan dari SCMP dan Tuntutan Warganet
Sementara itu, South China Morning Post (SCMP) juga turut membahas polemik ini dalam artikel yang terbit pada 17 September 2024. SCMP menyoroti reaksi keras warganet Indonesia yang menuduh Erina memanfaatkan posisinya sebagai menantu Presiden Jokowi untuk mendapatkan akses ke beasiswa tersebut. Mereka juga menuntut universitas tersebut untuk meninjau ulang keputusannya dengan menyebut bahwa koneksi politik Erina menjadi faktor yang tidak adil dalam proses seleksi.
Sejumlah pengguna media sosial di Indonesia bahkan meminta masyarakat untuk mengirim email protes kepada pihak universitas agar beasiswa tersebut dicabut. Mereka berpendapat bahwa beasiswa seharusnya diberikan kepada mereka yang lebih layak dan tidak memiliki keterlibatan dengan keluarga elit politik.
Erina di Tengah Kritik
Erina sendiri sempat mengumumkan penerimaan beasiswa tersebut melalui unggahan di Instagram pribadinya pada 28 Juli 2024. Dalam unggahannya, ia mengekspresikan rasa syukur atas kesempatan untuk melanjutkan studi di School of Social Policy & Practice University of Pennsylvania. Namun, unggahan ini justru memicu reaksi negatif dari sebagian warganet yang menganggapnya tidak pantas menerima beasiswa mengingat latar belakangnya yang dinilai sudah cukup istimewa.
Erina juga mendapatkan sorotan karena dianggap tidak vokal terhadap masalah-masalah politik di Indonesia, termasuk terkait revisi undang-undang pemilihan umum yang memicu protes besar-besaran di negara tersebut. Kritik ini menjadi bahan utama yang diangkat oleh sejumlah media internasional.
Kontroversi Jet Pribadi dan Reaksi Kaesang
Selain isu beasiswa, Kaesang Pangarep dan Erina juga dihadapkan pada kritik karena menggunakan jet pribadi untuk terbang ke Amerika Serikat. Warganet mempertanyakan penggunaan fasilitas mewah ini dan menghubungkannya dengan gaya hidup keluarga presiden. Kaesang pun merespons dengan mengunjungi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan klarifikasi mengenai pesawat jet pribadi yang digunakannya, termasuk dugaan gratifikasi yang sempat mencuat.
Kontroversi ini terus berlanjut, dan tampaknya menjadi ujian bagi Erina dan Kaesang dalam menghadapi sorotan publik, baik di dalam maupun luar negeri. (**)