Jumat, April 17, 2026

Berbagai Macam Varian Rujak, Kudapan Segar Nusantara

MELIHAT INDONESIA – Siapa yang tidak suka rujak? Mayoritas masyarakat Indonesia, khususnya kaum hawa sangat menggemari kudapan yang umumnya berbahan aneka buah setengah matang dengan saus gula merah bercita rasa manis pedas tersebut.

Rujak termasuk salah satu kekayaan kuliner Nusantara. Segar dan renyah, itulah sensasi yang membuat banyak orang yang ketagihan dengan kuliner khas Indonesia yang satu ini. Kuliner tradisional rujak mempunyai banyak tampilan dan nama.

Rujak merupakan cemilan atau kudapan yang disajikan setelah memakan makanan utama atau sebagai hidangan penutup (dessert). Yang paling terkenal di Indonesia adalah rujak buah.

Rujak buah biasa dihidangkan dengan buah yang setengah matang yang dipotong sesuai selera. Diberi saus khas Indonesia, yakni berbahan utama gula merah, kacang tanah, garam, terasi dan cabai.

Kenapa buah setengah matang yang dipilih untuk rujak?

Mengutip laman indonesia.go.id, dalam kondisi itu rasa buah lebih tajam dan teksturnya lebih renyah. Rujak buah biasanya berisi buah mangga, jambu air, kedondong, bengkuang, pepaya, nanas, mentimun.

Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki rujak khasnya sendiri, berikut kami sajikan diantaranya.

Jika berkunjung ke Tasikmalaya, Jawa Barat, kita akan menemukan rujak buah yang berbeda. Bahan dari rujak buah khas Tasikmalaya memakai pisang batu mentah dan bunga kecombrang pada sausnya. Perpaduan dari pisang batu dan aroma bunga kecombrang akan menumbuhkan cita rasa yang unik bagi siapapun yang mencicipinya. Membayangkannya saja sudah menggugah selera.

Pisang batu juga menjadi favorit untuk bahan membuat rujak bebeg. Disajikan bersama ubi mentah, pisang batu yang masih mentah itu dipotong kecil lalu ditumbuk dalam sebuah lumpang kayu atau batu. Bumbu yang dipakai hampir mirip dengan rujak buah, hanya saja lebih encer.

Lain lagi di Surabaya, Jawa Timur, kita bakal menemukan rujak cingur. Cingur dalam bahasa Jawa berarti “mulut”. Bahan dasar rujak cingur memang dari irisan mulut atau moncong dari sapi yang direbus dan dihidangkan bersama irisan buah timun, kerahi (timun khas Jawa Timur), mangga muda, bengkuang, nanas, kedondong, lontong, juga sayur-sayuran seperti kecambah, kangkung dan kacang panjang.

Saat penyajian, bahan-bahan tersebut disiram dengan saus yang terbuat dari petis udang, gula merah, cabai, kacang tanah goreng, bawang goreng, dan irisan tipis pisang klutuk yang masih muda.

Di Jawa Timur juga ada rujak petis. Kudapan itu dikenal lebih luas oleh masyarakat di wilayah Madura. Bahan bumbunya adalah petis khas Madura yang asin dan pekat dan dihaluskan bersama air dan cabai. Bumbu tersebut dihidangkan bersama potongan buah mentimun dan mangga muda.

Masih dalam keluarga rujak, ada juga asinan. Lazimnya, makanan ini dihidangkan dengan menggunakan sayuran dan buah-buahan seperti bengkuang, mangga, dan lain-lain. Biasanya, buah untuk makanan ini direndam dengan air garam dan cuka terlebih dahulu, hingga menghasilkan rasa buah yang asam sekaligus asin.

Asinan sendiri terbagi ke berbagai macam, yaitu asinan bogor dan asinan betawi. Asinan bogor berisi potongan buah segar, seperti mangga muda, jambu, pepaya, nanas, kedondong, bengkuang, yang disajikan bersama kuah cuka yang asam, manis, dan pedas.

Sedangkan asinan betawi berisi sayur-sayuran seperti kubis, sawi, taoge, selada, juga tahu. Kuahnya diberi tumbukan kacang yang dicampur cuka dan cabai. Asinan Betawi juga kerap disajikan dengan tambahan kerupuk mie atau kerupuk berwarna kuning berbentuk seperti mie.

Di Yogyakarta ada rujak yang inovatif. Namanya, rujak es krim (lebih tepatnya, es puter). Rujak asli Kota Pelajar ini memang sangat pas dinikmati setelah kita terpapar udara panas. Penyajian rujak es krim ini, mirip dengan rujak buah serut. Hanya saja, kemudian ditambahkan es krim (es puter) yang terbuat dari santan di bagian atasnya.

Di Desa Sangsit, Bali, juga ada rujak es. Bedanya, rujak es asli Desa Sangsit tidak mengandung buah sama sekali. Hanya berupa, minuman dingin dari gula merah, garam, asam, dan jeruk nipis, tanpa cabai, yang dipenuhi oleh es. Masyarakat Desa Tejakula, Bali, juga mengkonsumsi kuliner sejenis itu, hanya mereka menambahkan irisan mentimun dan kacang.

Demikian berbagai macam variasi rujak di Nusantara. Apakah Anda tergoda untuk segera mencoba kesegarannya? (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.