Sabtu, April 18, 2026

Brigadir Ade Intel Polda Jateng Pembunuh Bayi Kandung Dipecat dari Polri

MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Brigadir Ade Kurniawan (AK) tersangka pembunuh bayi kandungnya, dipecat sebagai anggota Polri.

Pemecatan dirinya diputuskan dalam sidang Komisi Kode Etik Polri yang berlangsung di Mapolda Jateng, Kamis (10/4/2025) sore.

Pimpinan Sidang Etik, AKBP Edi Wibowo menyatakan, Brigadir Ade terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar beberapa aturan, termasuk Kode Etik Profesi Polri.

“Menjatuhkan sanksi berupa: (a) perilaku pelanggar dinyatan sebagai perbuatan tercela, (b) pelaksanana patsus 15 hari, (c) pemberhentian tidak dengan hormat,” ucap Edi.

Sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) alias pemecatan ini belum berkekuatan hukum tetap lantaran masih memungkinkan adanya banding.

Usai amar dibacakan, pimpinan sidang mempersilakan Brigadir Ade untuk menyikapi putusan, apakah mau menerima atau menolak. Hakim pun memberi waktu 3 hari untuk menentukan sikap.

Diberitakan sebelumnya, Brigadir Ade Kurniawan anggota Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) Polda Jateng dilaporkan atas dugaan pembunuhan terhadap anak berusia dua bulan.

Bayi tersebut merupakan anak kandung Brigadir Ade dan DJ sebagaimana bukti tes DNA. Diduga, Brigadir AK membunuh bayi malang itu dengan cara mencekik lehernya.

Merunut kronologi, pada Minggu (2/3/2025), Brigadir Ade bersama DJ dan buah hatinya sedang jalan-jalan tak jauh dari tempat tinggalnya di Kota Semarang. Mereka kemudian mampir ke Pasar Peterongan untuk berbelanja.

Ketika itu, yang turun dari mobil hanya DJ. Sebelum turun, DJ sempat mengabadikan momen kebersamaannya dengan anak balitanya yang saat itu dalam kondisi sehat walafiat.

Sepuluh menit kemudian, DJ kembali ke mobil dan mengira anaknya sedang tidur seperti biasa. Namun, tatapannya tertuju pada bibir anaknya yang terlihat agak berwarna kebiruan.

DJ pu panik. Ia lantas mengajak Brigadir AK segera melarikan anaknya ke rumah sakit terdekat. Anaknya kemudian dirawat di RS Roemani Muhammadiyah Semarang dan masuk ICU.

Pada Senin (3/3/2025) sekitar pukul 15.00 WIB kondisi kesehatan si anak terus mengalami penurunan hingga berujung meninggal dunia. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.